Kabar BUMN - Petrokimia Gresik, bagian dari holding Pupuk Indonesia, menyerukan peran aktif para insinyur Indonesia dalam mendukung hilirisasi industri dan mempercepat swasembada pangan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ajakan ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, saat berbicara di seminar nasional yang diadakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik, di Jawa Timur baru-baru ini.
Menurut Dwi Satriyo, hilirisasi dan swasembada pangan menjadi fokus utama Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang mandiri.
Baca Juga: Petrokimia Gresik dan BUMN Area Jawa Timur Kirim Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT
Petrokimia Gresik sendiri mendukung prioritas tersebut dengan memfokuskan pada industri hijau.
“Kita memiliki banyak insinyur berbakat, dan saya berharap mereka dapat bekerja sama dengan Petrokimia Gresik untuk menyukseskan program hilirisasi industri sekaligus mempercepat swasembada pangan.
"Insinyur memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi yang mendukung sektor pertanian dengan tetap berfokus pada prinsip industri hijau,” ujar Dwi Satriyo dalam seminar bertema “Transformasi Menuju Pembangunan Hijau: Ketahanan Pangan, Industri Hijau, dan Dekarbonisasi”, seperti dikutip KabarBUMN.com dari pupuk-indonesia.com, Selasa (12/11/2024).
Ia menambahkan, hilirisasi industri berperan strategis dalam menambah nilai pada komoditas lokal, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Langkah ini dianggap krusial dalam mencapai kemandirian bangsa.
Petrokimia Gresik telah menerapkan strategi hilirisasi pada produk sekunder seperti gipsum, yang merupakan hasil samping dari Pabrik Asam Fosfat.
Baca Juga: Hari Tani Nasional, Petrokimia Gresik Ajak Wartawan Jadi Pahlawan Pangan
Gipsum yang diproduksi Petrokimia Gresik tidak tergolong sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Dalam praktiknya, Petrokimia Gresik memanfaatkan gipsum untuk menghasilkan produk bernilai tambah bagi sektor pertanian dan industri nasional.