Ini menjadi salah satu langkah konkret penerapan Sustainable Tourism Destinations dan Sustainable Environment.
Baca Juga: Perayaan Topping Off Ceremony Layanan Aesthetic & Plastic Surgery di KEK Sanur
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat dalam sambutannya menyampaikan, "KEK Sanur yang dikembangkan menjadi 'World Class Medical & Wellness Destination' mengintegrasikan layanan kesehatan dan pariwisata seluas 41,26 Ha.
"KEK Sanur juga dilengkapi dengan fasilifas pendukung menjadikan KEK Sanur sebagai kawasan hijau melalui Ethnobotanical Garden.
"Inisiatif ini menjadi wujud dan langkah konkret Injourney Group dalam upaya pengurangan emisi karbon dunia serta dukungan terhadap program pemerintah net zero emission 2060.
Baca Juga: KEK Sanur Raih Peringkat 2 Sektor Jasa dan 4 Nasional, Menjadi Sorotan di Tahun 2024!
"Ini merupakan sebuah langkah kecil untuk mendorong bertumbuhnya pariwisata berkelanjutan, yakni pariwisata yang berorientasi pada dampak jangka panjang bagi sektor sosial, ekonomi, serta lingkungan," paparnya.
"Ethnobotanical Garden ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian alam, namun juga sebagai destinasi wellness yang autentik.
"Di sini, pengunjung dapat merasakan manfaat kesehatan dari tanaman herbal, meditasi di ruang hijau, hingga praktik tradisional yang menghidupkan kembali harmoni dengan alam.
Baca Juga: KEK Sanur Hadirkan Sentra UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
"Dengan adanya fasilitas pendukung ini, kami berharap dapat memperkuat posisi KEK Sanur sebagai ikon pariwisata berkelas dunia yang tetap berpijak pada kearifan lokal," tambah Christine.
Ethnobotanical Garden diharapkan menjadi destinasi utama yang menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus memperkuat identitas budaya Sanur sebagai destinasi yang berwawasan lingkungan.
Fasilitas ini menjadi wujud komitmen InJourney Hospitality dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan di Indonesia.***