Tingkat okupansi kereta ini mencapai 150% dari kapasitas harian sebanyak 416 tempat duduk, bahkan menyentuh 245% selama periode Nataru.
Sementara itu, KA Mutiara Timur, dengan relasi Ketapang–Surabaya Pasar Turi, mencatat okupansi rata-rata 80% per hari dan puncaknya 113% saat libur Nataru.
Beroperasinya kembali Stasiun Banyuwangi Kota diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan Banyuwangi.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga dianggap vital dalam proses revitalisasi ini.
Baca Juga: KAI Commuter Berlakukan Promo Tarif Commuter Line Basoetta, Harga Tiket Mulai Rp15.000
“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi dan seluruh pihak yang mendukung penataan ini.
"Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga fasilitas stasiun agar tetap menjadi kebanggaan Banyuwangi,” tutup Didiek.
Dengan wajah barunya, Stasiun Banyuwangi Kota kini siap menjadi pintu gerbang utama yang mendukung kemajuan pariwisata dan ekonomi lokal.***