Kabar BUMN - Tutia Rahmi asal Kelurahan Air Lintang, Muara Enim, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis.
Berasal dari keluarga prasejahtera, perempuan kelahiran 1995 itu tumbuh dalam kondisi yang serba terbatas.
Ibunya, seorang buruh cuci setrika, bekerja keras untuk menghidupi keluarga.
Baca Juga: Jangan Tunda Lagi! Aktivasi Rekening PIP Kini Sampai Akhir Januari 2025
Namun, takdir mulai berubah pada tahun 2013.
Setelah menyelesaikan ujian akhir di SMK, salah satu gurunya menghubungi dan menanyakan apakah Tutia ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Meski memiliki keinginan besar, biaya kuliah terasa mustahil bagi keluarganya.
Baca Juga: Perpanjang Kerja Sama, ITDC dan Suryalaya Anindita Siap Kembangkan Lot N1 The Nusa Dua
Beruntung, sang guru mengajak Tutia mengikuti sosialisasi Program Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (Bidiksiba).
Dengan semangat yang membara, Tutia mendaftarkan diri dan akhirnya diterima di Program Studi Akuntansi Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui beasiswa Bidiksiba.
“Dibiayai semua, sejak tes sudah dibiayai sampai ongkos transportasi pulang pergi untuk ikut tes,” ungkapnya.
Baca Juga: Sambut Imlek, ANTAM Luncurkan Emas Tematik Shio Ular Kayu, Tersedia Mulai 9 Januari 2025
Tutia memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Dalam waktu 3 tahun 10 bulan, ia berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mengejar cita-citanya sebagai Auditor.
Pada tahun 2017, ia mengikuti seleksi CPNS dan berhasil mengalahkan ribuan pelamar untuk posisi Auditor Ahli Pertama.