Kabar BUMN – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penjaminan Bersama atau Co-Guarantee dengan PT Penjaminan Kredit Daerah Jatim (Perseroda) dan PT Penjaminan Kredit Daerah Kalteng.
Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Direktur Kelembagaan dan Layanan Jamkrindo Abdul Bari, Direktur Utama Jamkrida Jatim Untung Heri Sukariyanto, Direktur Penjaminan Jamkrida Jatim Sugeng, dan Direktur Utama Jamkrida Kalteng Eko Multazam.
Baca Juga: Jamkrindo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Puting Beliung di Subang
Juga hadir sebagai saksi, Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Henry Panjaitan dan Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Ivan Soeparno.
Direktur Kelembagaan dan Layanan Jamkrindo, Abdul Bari, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM di daerah, sejalan dengan arah strategis Kementerian BUMN.
“Melalui penjaminan bersama ini, kami berharap layanan penjaminan dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM, membantu mereka berkembang, dan berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian daerah,” ujar Abdul Bari.
Baca Juga: Muhammad Muchlas Rowi Kembali Diangkat sebagai Komisaris Independen PT Jamkrindo
Ia juga menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas penjaminan kredit UMKM, sehingga perusahaan penjaminan daerah mampu menangani kebutuhan penjaminan yang lebih besar.
Selain itu, langkah ini mendukung misi pemerintah dalam mempercepat inklusi keuangan dan mewujudkan target 100 hari kerja Pemerintahan Presiden Prabowo.
Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo, Henry Panjaitan, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan dalam memperkuat daya saing UMKM di tingkat lokal maupun nasional.
“Kami percaya kerja sama ini dapat mempercepat akselerasi industri penjaminan nasional, selaras dengan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Industri Penjaminan Indonesia.
"Selain itu, kolaborasi ini membuka peluang bisnis baru yang lebih luas untuk mendukung kemajuan UMKM,” jelas Henry.