trending

Upaya Menjangkau Seluruh Nasabah, BRI Terapkan Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida

Jumat, 7 Februari 2025 | 13:30 WIB
Segmen mikro dan ultra mikro yang mencakup mayoritas nasabah BRI terdapat pada dasar piramida. (DOK. BRI)

Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

“BRI secara konsisten mengarahkan sumber daya untuk mendukung segmen mikro dan ultra mikro melalui inovasi layanan keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan usaha,” jelas Direktur Utama BRI Sunarso.

Dalam mengimplementasikan strategi pengelolaan segmen nasabah berbasis piramida, segmen mikro dan ultra mikro yang mencakup mayoritas nasabah BRI terdapat pada dasar piramida.

Baca Juga: Program Klasterku Hidupku BRI Iringi Kisah Sukses Petani Alpukat Probolinggo Tembus Pasar Nasional

Segmen ini menjadi fokus utama untuk berbagai program inklusif yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha, akses pembiayaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Ini sejalan dengan misi kami untuk memperkuat perekonomian masyarakat,” ujar Sunarso dalam keterangannya.

Di lapisan tengah piramida, segmen menengah menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih stabil dan menjadi salah satu fokus utama BRI dalam menjaga keseimbangan portofolio kredit.

Baca Juga: Wujudkan Praktik Sustainable Finance, BRI Menjadi Satu-Satunya BUMN Penerbit Obligasi Hijau di Tahun 2024

Sedangkan pada puncak piramida, BRI melayani segmen korporasi besar yang, meski jumlah nasabahnya lebih kecil, memiliki nilai kredit signifikan yang mendukung pembangunan nasional.

Permintaan kredit di sektor UMKM sangat dipengaruhi konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

“Ketika daya beli melemah, permintaan kredit di sektor UMKM, terutama mikro, cenderung mengalami penurunan,” paparnya.

Baca Juga: Catat Laba Bersih Rp45,36 Triliun, BRI Setor Dividen Interim Rp10,88 Triliun ke Negara

Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, BRI mengadopsi strategi “slowing down” untuk menurunkan laju pertumbuhan kredit di segmen mikro.

Langkah ini diselaraskan dengan penguatan penyaluran kredit pada segmen menengah dan konsumer, sehingga tercipta ekosistem pembiayaan yang lebih seimbang dan berdaya tahan.

Halaman:

Tags

Terkini