Baca Juga: Tunggu Kabar Baiknya! Pemenang Undi-Undi Hepi 2025 Telkomsel Periode 27 Jan-7 Feb Segera Muncul
Tol ini dirancang dengan lajur 2x2, kecepatan rencana 100 km/jam, serta memiliki Interchange Paiton (STA 19+591) sebagai akses keluar-masuk tol dari Paiton.
Untuk meningkatkan stabilitas tanah, proyek ini menggunakan metode Deep Cement Mixing (DCM).
Teknik ini biasanya digunakan dalam pembangunan gedung, kini diterapkan untuk jalan tol.
Baca Juga: Berbagi di Jumat Berkah, Krakatau Steel Peduli Hadir di Madrasah Ibtidaiyah Cilegon
Selain itu, Building Information Modelling (BIM) dan Light Detection and Ranging (LiDAR) juga digunakan untuk pemetaan topografi dan model konstruksi 3D guna meningkatkan efisiensi pekerjaan.
Jika tol ini rampung, diharapkan mampu mempercepat arus logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
"KKami mohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket II Kraksaan-Paiton bisa segera kami selesaikan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya," ujar Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya.***