trending

BSI Catat Kinerja Positif di 2024, Laba Bersih Tumbuh 22,83%

Minggu, 9 Februari 2025 | 11:30 WIB
BSI catat laba bersih Rp7,01 triliun di 2024, tumbuh 22,83% yoy. (Dok. Bank BSI)

Pengelolaan pembiayaan yang tepat turut berdampak pada perbaikan kualitas aset, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross membaik menjadi 1,90% pada akhir 2024.

Baca Juga: Melambangkan Kasih Sayang, 7 Bunga Ini Cocok Diberikan kepada Pasangan Saat Valentine

Selain itu, rasio return on equity (ROE) BSI mencapai 17,77%, menandakan daya tarik bagi pemegang saham.

Total aset BSI pun meningkat 15,55% menjadi Rp408,61 triliun, dengan return on asset (ROA) berada di level 2,49%.

Untuk memperkuat fundamental bisnis, BSI terus mengembangkan inovasi dan digitalisasi layanan.

Baca Juga: Delegasi Malaysia Kunjungi PNM, Pelajari Skema Pemberdayaan Ultra Mikro

Peluncuran SuperApp BYOND by BSI menjadi salah satu strategi utama, memungkinkan peningkatan transaksi digital yang mencapai 851,5 juta transaksi pada 2024.

“BSI ini punya demand side yang luar biasa kuat, untuk itu kami terus meningkatkan dan memperbaiki sisi supply."

"Supply ini adalah dari sisi produk hingga distribution channel, tidak hanya cabang tetapi juga elektronik channel seperti ATM, mobile banking, QRIS dan lainnya,” tutur Hery.

Baca Juga: BNI Perkuat Komitmen Green Banking, Salurkan Triliunan Rupiah untuk Pembiayaan Berkelanjutan

Selain digitalisasi, BSI juga menggali potensi bisnis baru seperti bisnis emas dan tabungan haji. Pada 2024, bisnis emas BSI mencapai Rp12,82 triliun, tumbuh 78,18% yoy.

Produk cicil emas mencatat kenaikan signifikan hingga 177,42% yoy menjadi Rp6,40 triliun, sementara gadai emas naik 31,33% menjadi Rp6,42 triliun.

Jumlah nasabah tabungan haji juga meningkat menjadi 5,6 juta dengan saldo tabungan haji mencapai Rp14,5 triliun.

Baca Juga: Siap Mudik Lebaran 2025 Bersama KAI? Pembelian Tiket Kereta Api Sudah Dimulai, Simak Jadwal Berikut

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, BSI aktif menyalurkan pembiayaan keuangan berkelanjutan yang mencapai Rp66,50 triliun, naik dari Rp57,7 triliun pada 2023.

Halaman:

Tags

Terkini