Pembiayaan ini mencakup pembiayaan sosial sebesar Rp52,40 triliun dan green financing senilai Rp14,10 triliun. BSI juga menerbitkan sustainability sukuk tahap I senilai Rp3 triliun.
“BSI juga mendukung low carbon economy pada setiap operasional dan bisnis perusahaan,” ujarnya.
Baca Juga: Menabung Emas Fisik vs Emas Online: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Dari sisi tanggung jawab sosial, BSI mengalokasikan 2,5% dari laba kotor untuk zakat, dengan total penyaluran zakat 2024 sebesar Rp232 miliar, meningkat 22% dibanding tahun sebelumnya.
Hery menegaskan bahwa keberlanjutan dan inovasi akan terus menjadi prioritas utama BSI dalam menjaga momentum pertumbuhan.
“Mudah-mudahan dengan memperkuat strategi yang dilakukan, dan istiqamah dalam membangun bank ini melalui satu aktivitas transaction banking yang kuat, suatu hari nanti BSI akan menjadi bank yang dibanggakan, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga di dunia,” tutupnya.***