Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra berpartisipasi dalam agenda tahunan Integrated of Petroleum Festival (IPFEST) 2025 yang berlangsung di kampus ITB Bandung pada Sabtu (22/2/2025).
Keikutsertaan PHR di acara yang bertema bertema Enhancing the Role of Petroleum Engineering in Sustainable Energy Transition ini untuk mendukung terciptanya generasi kerja yang berkompeten dan memiliki keahlian sesuai dengan dunia kerja.
IPFEST 2025 merupakan sarana bagi pemangku kepentingan yang terlibat dalam industri migas untuk berkolaborasi, berinovasi dalam ketahanan energi guna menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga: PHR Kenalkan Edukasi Kebakaran untuk Anak TK dan Guru di Duri
PHR hadir dalam rangkaian acara Grand Expo dan IPConvex pada 21-22 Februari 2025 di Kampus ITB Bandung.
Direktur Utama PHR Ruby Mulyawan mengisi sesi presentasi mengenai Innovation and Technology for a Sustainable Oil & Gas Industry.
Presentasi tersebut banyak berbicara mengenai pentingnya industri migas bagi dunia, kebutuhan akan migas yang masih tinggi, serta peran PHR sebagai perusahaan hulu migas dalam transisi dan ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Inovasi PHR Zona 1, Kombinasi Velocity String dan SSD Guna Maksimalkan Produksi
“Pertamina Hulu Rokan tetap mengedepankan fokus pada pencapaian target pengeboran, eksplorasi pada Migas Non-Konvensional, hingga pengembangan energi terbarukan melalui PLTS,” ujar Ruby.
IPFEST 2025 merupakan kegiatan gabungan dari SPE ITB, IATMI ITB dan Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan Patra ITB.
Sepanjang kegiatan, terdapat lebih dari 270 tim atau sekitar 1.000 peserta yang turut berkompetisi dalam ajang IPFEST dari seluruh Indonesia dan internasional.
Baca Juga: Terobosan Baru PHR: Metode Steamflood untuk Ketahanan Energi Nasional
Executive Director IPFEST 2025 Rhazan Alifasa Adeandra menjelaskan, IPFEST 2025 berupaya menjadi ajang yang dapat memberikan eksposur dan informasi yang dibutuhkan para mahasiswa khususnya di Teknik Perminyakan.
Harapannya, eksposur dan informasi tersebut memitigasi kendala yang dihadapi ketika para mahasiswa memasuki dunia kerja.***