Jika korban mengklik tautan dalam pesan, data pribadinya bisa dicuri dan disalahgunakan.
Baca Juga: BNI Kembali Java Jazz Festival yang Tahun Ini Masuk ke Perayaan Dua Dekade
2. Call Center dan Media Sosial Palsu
Penipu memasang nomor call center palsu di hasil pencarian internet atau membuat akun media sosial yang menyerupai akun resmi bank dan marketplace.
Korban yang mengalami kendala akan diarahkan untuk memberikan nomor kartu ATM, kode OTP, serta user ID dan password mobile banking, yang kemudian digunakan untuk membobol rekening.
Baca Juga: Hadirkan 612 Kereta New Generation, KAI Kerja Sama dengan BNI dan SMI untuk Pendanaan
3. Modus Refund dan Perubahan Jadwal
Penipu mengaku sebagai pihak e-commerce atau agen tiket, menginformasikan kesalahan transaksi atau perubahan jadwal penerbangan.
Korban diarahkan untuk mentransfer uang atau memberikan data pribadi yang kemudian disalahgunakan.
Baca Juga: QRIS Tap di Aplikasi wondr by BNI Sudah Bisa Digunakan di Damri, Royal Trans, dan MRT Jakarta
4. Penipuan Bermodus Pajak
Penipu berpura-pura sebagai kantor pajak, mengirim pesan WhatsApp tentang tunggakan pajak dan meminta korban mengklik tautan untuk memperbarui data.
Untuk meyakinkan korban, mereka menyertakan data pribadi seperti NIK dan NPWP, lalu mengarahkan pembayaran ke rekening pribadi pelaku.
Baca Juga: Cara Mudah Ikutan Giveaway dari BNI untuk Gasak OPPO Reno 11 5G!
5. Modus Giveaway Hadiah