Kabar BUMN - Selama masa Angkutan Lebaran 2025, Stasiun Ketapang mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang.
Dalam periode 21 Maret hingga 11 April 2025, sebanyak 48.646 penumpang menggunakan layanan di stasiun ini.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melayani 42.882 penumpang pada periode yang sama.
Stasiun Ketapang menjadi titik strategis bagi masyarakat Bali dan Nusa Tenggara yang ingin pulang ke Jawa untuk merayakan Idulfitri.
Letaknya yang sangat dekat dengan Pelabuhan Ketapang membuat mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.
Pemudik dari Bali dan Nusa Tenggara yang menyeberang menggunakan kapal feri bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan kereta api dari stasiun ini.
Baca Juga: Akomodasi Libur Panjang Paskah, KAI Siapkan 821.000 Tempat Duduk
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa Stasiun Ketapang memiliki peran penting dalam arus mudik Lebaran, terutama bagi pemudik yang menggunakan jalur laut.
“KAI melihat antusiasme masyarakat Bali dan Nusa Tenggara yang memilih kereta api sebagai moda transportasi lanjutan setelah tiba di Pelabuhan Ketapang. Integrasi yang baik antara stasiun dan pelabuhan ini memberikan kemudahan dan efisiensi waktu bagi para pemudik,” ujarnya.
Tak hanya selama masa Lebaran, tren positif ini juga terlihat sejak awal tahun 2025. Dari Januari hingga Maret 2025, tercatat sebanyak 167.376 penumpang menggunakan layanan Stasiun Ketapang.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Baturraden, Purwokerto untuk Refreshing di Masa Libur Panjang
Jumlah ini naik 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 158.866 penumpang.
“Angka ini menunjukkan bahwa Stasiun Ketapang memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah Jawa dengan Bali dan Nusa Tenggara sepanjang tahun,” jelas Anne.