Kabar BUMN - Dalam rangka peringatan HUT ke-43 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Surveyor Indonesia memberikan Pelatihan Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri yang diikuti oleh 105 pelaku UMKM secara memikat dan 200 pelaku UMKM secara berani dari wilayah Jabodetabek, Cilegon, Lebak Banten, Jawa Tengah , Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, dan Pekanbaru.
Pelatihan yang dilaksanakan secara hybrid ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Hj. Wury Ma'ruf Amin. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Liza Tohir beserta jajaran pengurus Dekranas, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting, serta Direksi tiga BUMN pendukung kegiatan yaitu: PT BRI, PT Surveyor Indonesia, dan PT Krakatau Steel.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatannya, Loto Srinaita Ginting menyampaikan bahwa peserta yang hadir telah melalui rangkaian proses tahapan sebelumnya, yaitu registrasi, verifikasi, dan beberapa diantaranya yang belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) telah mendapatkan pendampingan dari PT Surveyor Indonesia untuk proses pembuatan NIB.
Baca Juga: Sinopsis My Heart Is Beating, Drama Romantis Vampir yang Dibintangi Taecyeon 2PM dan Won Ji An
“Setelah kegiatan ini akan terus dilakukan pendampingan oleh asesor hingga terbitnya Sertifikat TKDN yang ditargetkan pada bulan September 2023,” tambah Loto.
Sementara itu, Hj. Wury Ma'ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian BUMN dan pendukung BUMN, serta jajaran pengurus Dekranas yang telah menginisiasi pelatihan kali ini sehingga terselenggara dengan baik dan lancar. Kegiatan ini diadakan untuk mendorong para pelaku atau pelaku UMKM khususnya di sektor kerajinan agar dapat berkembang dan maju sesuai dengan salah satu fungsi dari Dekranas.
“UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian sebuah negara termasuk
Indonesia, berdasarkan data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah jumlah UMKM di Indonesia kini tercatat sebanyak kurang lebih 64 juta unit usaha, atau sekitar 99% dari total pelaku usaha di Indonesia, serta mampu menyerap hampir 116 juta Tenaga Kerja, dan berkontribusi sekitar 58% terhadap Produk Domestik Bruto Nasional. Produk UMKM Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memenuhi pasar dalam negeri maupun pasar ekspor termasuk dalamnya, yaitu produk UMKM sektor kerajinan,” jelas Wury.
Baca Juga: Penghargaan Pegadaian Raih Penghargaan Keuangan Syariah Indonesia 2023
Produk UMKM sektor kerajinan merupakan salah satu yang terkena dampak turunnya permintaan akibat pandemi selama dua tahun belakangan ini. Oleh karena itu, Wury menambahkan, sebagai pemangku kepentingan di bidang kerajinan, semua pihak harus ikut berperan aktif untuk menggerakkan kembali sektor kerajinan sehingga bisa mendapatkan peluang pasar yang baru dan menjaga keberlangsungan usaha para UMKM kerajinan.
Salah satu dukungan pemerintah untuk meningkatkan kembali semangat pasar UMKM adalah dengan menyusunnya kebijakan terkait keberpihakan pemerintahan pada produk dalam negeri, khususnya yang dihasilkan oleh UMKM. Kebijakan yang telah dibuat diantaranya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan peningkatan penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka menyukseskan gerakan nasional buatan Indonesia dalam pengadaan barang atau jasa pemerintah.
Aturan ini juga menyatakan perlunya merencanakan, mengalokasikan, dan merealisasikan 40% nilai anggaran belanja barang jasa untuk menggunakan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi dari hasil produksi dalam negeri.
Baca Juga: Akses Radio Daring dan Siniar Langsung, Telkomsel Rilis Fitur Langit Musik Live
“Salah satu bukti sebagai produk dalam negeri yaitu memiliki sertifikasi tingkat komponen dalam negeri atau TKDN. Sertifikasi TKDN ini sangat penting karena dapat menunjukkan kemampuan industri maupun UMKM dalam negeri. Selain itu, UMKM yang memiliki sertifikat TKDN dapat lebih mudah berpartisipasi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, maupun BUMN dan berhak memperoleh preferensi harga,” lanjut Wury.
Wury menambahkan, di satu sisi permodalan adalah salah satu faktor penting dalam kesuksesan usaha tanpa modal yang cukup sulit bagi sebuah bisnis untuk bisa berkembang dengan baik. Namun, permodalan tidak hanya tentang memperoleh modal saja tetapi banyak faktor yang perlu diperhatikan ketika mencari dukungan permodalan yang tepat.