Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kenaikan jumlah pelanggan angkutan retail selama periode Januari hingga April 2025 hingga 17% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Selama Januari-April 2025, jumlah pelanggan angkutan retail KAI total sebanyak 77.859 pelanggan, di periode sama tahun sebelumnya sebanyak 66.654 pelanggan.
Pertumbuhan ini juga terlihat pada performa bulanan. Pada April 2025, pelanggan layanan angkutan retail mencapai 17.315 orang, naik dibandingkan April 2024 yang tercatat sebanyak 13.275 pelanggan.
Baca Juga: April 2025, KAI Commuter Catatkan Jumlah Pengguna Lebih dari 32 Juta
Menurut Vice President Public Relations KAI Anne Purba, peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa kereta api telah menjadi alternatif logistik yang efisien, cepat, dan terjangkau, terutama untuk kebutuhan skala kecil dan menengah.
“Ini bukti bahwa kereta api tidak hanya melayani korporasi besar, tetapi juga mendukung mobilitas logistik rakyat,” ujar Anne.
Peningkatan layanan ini tak lepas dari upaya KAI dalam menata sistem layanan logistik retail agar lebih adaptif. Digitalisasi layanan pemesanan, peningkatan fasilitas di stasiun layanan, serta integrasi dengan mitra logistik lokal turut mendukung pertumbuhan ini.
Baca Juga: Dua Petugas KAI Bandara Gagalkan Aksi Pencurian Kabel Sinyal, PT KAI Beri Penghargaan
“Dengan model layanan yang lebih inklusif, kami berharap masyarakat di daerah-daerah, khususnya luar Jawa, semakin mudah mengakses pengiriman barang tanpa harus bergantung pada moda darat yang lebih mahal dan terbatas,” tambah Anne.
Secara keseluruhan, KAI mencatatkan kinerja angkutan barang yang terus meningkat. Selama Januari–April 2025, KAI berhasil mengangkut total 21.601.203 ton barang, meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 21.012.853 ton.
Kontributor utama masih didominasi komoditas batu bara dengan porsi sebesar 83,07% atau sebanyak 17.945.049 ton. Komoditas ini menjadi kunci distribusi energi nasional, khususnya untuk pembangkit listrik di Pulau Jawa dan Bali.
Baca Juga: Strategi Bisnis KAI Tahun 2025–2029: Menjadi Perusahaan Transportasi Berkelas Dunia
“Batu bara yang kami distribusikan sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan pembangkit listrik di Pulau Jawa dan Bali. Ini merupakan kontribusi nyata KAI dalam menjaga pasokan energi nasional agar tetap andal dan berkelanjutan,” jelas Anne.
Namun yang tak kalah penting adalah pertumbuhan pada komoditas non-batu bara seperti pupuk, bahan pangan, dan barang industri ringan.