Kabar BUMN - BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mendorong perguruan tinggi memperkuat program research and development (R&D) dalam menciptakan produk turunan yang mampu menjawab kebutuhan mineral dan logam untuk sektor manufaktur teknologi tinggi.
Dorongan tersebut dikemukakan Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan dalam event MIND ID Goes to Campus di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN Veteran Yogyakarta pada Rabu (7/5/2025).
Dany menjelaskan, Grup MIND ID mengelola mineral utama seperti tembaga, emas, nikel, bauksit, timah, dan batu bara.
Baca Juga: Laba Bersih Melonjak Sepuluh Kali Lipat, ANTAM Group MIND ID Catat Kinerja Positif di Kuartal I 2025
Setiap mineral yang dimiliki Indonesia menyimpan potensi strategis untuk dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah.
Potensi ini membuka peluang luas bagi perguruan tinggi untuk menjadikan riset dan pengembangan sebagai motor penggerak inovasi, sekaligus kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian industri nasional dan memperkuat daya saing Indonesia di sektor teknologi tinggi.
“Kita harus memperkuat R&D di kampus, dan MIND ID sangat mendukung agar perguruan tinggi memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung pengembangan riset pertambangan. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama berkontribusi lebih besar bagi negeri,” ujar Dany.
Baca Juga: Dukung Visi Besar Indonesia Emas 2045, Grup MIND ID Prioritaskan TJSL di Sektor Pendidikan
Dany mencontohkan bijih pembawa timah yang dikelola PT Timah Tbk. masih mengandung logam tanah jarang (Rare Earth Element/REE) yang saat ini tengah dikembangkan lebih lanjut.
Rare earth element ini terdiri dari kurang lebih 15 unsur, dengan unsur dominan antara lain Cerium, Lantanum, Neodymium dan Praseodimium dapat menjadi bahan baku strategis yang sangat dibutuhkan seperti magnet permanen, baterai hybrid, elektronik, dan katalis.
Anggota Grup MIND ID, PT Bukit Asam Tbk juga memiliki batubara yang saat ini tengah diupayakan agar dapat dikonversi menjadi artificial graphite dan anodized sheet yang akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga: MIND ID Konsisten Mendukung Vale Indonesia Merealisasikan Tiga Proyek Strategis
Selanjutnya, Grup MIND ID juga memiliki selenium dari bijih tembaga, yakni unsur yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi bahan baku mikrokonduktor.
Dany menekankan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan produk mineral ini.