Kabar BUMN - Perayaan Waisak 2569 BE di Candi Borobudur, Magelang, kemarin bukan sekadar seremoni keagamaan.
Di balik khusyuknya doa dan lampion yang mengudara di langit malam, geliat ekonomi lokal juga ikut bangkit.
Warga Borobudur merasakan langsung dampaknya, mulai dari homestay, UMKM, hingga pelaku wisata.
Baca Juga: Dibutuhkan Account Officer di Kota-Kota Ini: Lowongan Kerja PT MUM untuk Minimal Lulusan SMA
Semua ini didorong melalui pemberdayaan UMKM dan tenaga kerja lokal oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui anak usahanya, InJourney Destination Management (IDM).
Okupansi penginapan melonjak drastis.
Bahkan, 152 kamar homestay di Kampung Ngaran II ludes dipesan sebulan sebelum perayaan.
Baca Juga: Masih Dibuka! Magang 6 Bulan di Perum Percetakan Uang RI (PERURI) untuk Mahasiswa TI dan Informatika
Tak sedikit calon tamu harus dialihkan ke penginapan lain karena tingginya permintaan.
Meski begitu, harga kamar tetap bersahabat mulai dari Rp250 ribu–350 ribu tanpa kenaikan.
“Kami orang Jawa, pakai perasaan, tapi kalau bisa Waisak ini satu bulan sekali, orang Borobudur akan sejahtera,” jelas Ketua Paguyuban Kampung Homestay Borobudur Muslih, pada Minggu (11/5).
Baca Juga: Sudah Tukar Poin Hari Ini? Hadiah Undi-Undi Hepi Spesial HUT ke-30 Bikin Makin Hepi, Lho!
Sementara itu, lebih dari 2.000 UMKM lokal dilibatkan.
Mulai dari kuliner, kerajinan, hingga penyedia jasa wisata seperti VW Safari yang aktif mengantar wisatawan selama dua minggu penuh.