Hingga April 2025, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp54,9 triliun, yang setara dengan 31,38% dari total alokasi KUR nasional BRI sebesar Rp175 triliun.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menunjukkan bahwa program KUR turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi makro.
Baca Juga: Hadapi Dinamika Ekonomi Global, BRI Menetapkan Strategi Manajemen Risiko yang Menjaga Kualitas Aset
3. 1,2 Juta AgenBRILink Menjangkau 67 Ribu Desa
Jaringan AgenBRILink kini mencapai 1,2 juta agen atau tumbuh 49,48% yoy, dengan kehadiran di lebih dari 67 ribu desa—setara dengan 88% total desa di Indonesia.
Selama Triwulan I 2025, volume transaksi AgenBRILink mencapai Rp423 triliun.
Program ini memperluas akses layanan keuangan real-time ke pelosok negeri melalui konsep sharing fee antara BRI dan para mitra, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
4. BRImo Digunakan oleh 40,3 Juta Pengguna
Transformasi digital BRI terus diperkuat melalui aplikasi super BRImo, yang kini digunakan oleh 40,3 juta user aktif.
Hingga Maret 2025, volume transaksi mencapai Rp1.578,4 triliun dengan pertumbuhan 26,15%.
Dengan lebih dari 100 fitur, BRImo tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga edukasi finansial yang terintegrasi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Baca Juga: BRI Peduli Perkuat Akses Digital di Sekolah 3T, Dukung Pendidikan Berkualitas di Lombok Utara
5. Holding Ultra Mikro Layani 35,4 Juta Debitur dan 182 Juta Nasabah Tabungan
Sejak dibentuk pada 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari BRI, PNM, dan Pegadaian telah melayani 35,4 juta debitur dengan total kredit Rp631,4 triliun per Maret 2025.