Kabar BUMN – PT Pindad kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas peran di rantai pasok global industri pertahanan.
Hal ini ditunjukkan PT Pindad dengan ikut serta dalam ajang internasional Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) Exhibition 2025 yang digelar di Pulau Langkawi, Malaysia beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, PT Pindad menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama perusahaan asal Malaysia, Mildef International Technologies Sdn Bhd.
Baca Juga: RS Pindad Turen Tambah Fasilitas Baru, Dirut Pindad Resmikan Gedung RRI Unit 5
Kerja sama ini mencakup pengembangan, produksi, dan pemasaran bersama kendaraan militer 4x4 dan 6x6 di Indonesia dan Malaysia.
Sebagai langkah awal, kedua pihak akan mengembangkan kendaraan High Mobility Light Tactical Vehicle (HMLTV) 4x4.
Diharapkan langkah awal ini dapat menjadi model bagi penguatan kerja sama produk pertahanan dalam rangka mewujudkan kemandirian pertahanan kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: PT Pindad Paparkan Peran Strategis dalam Industri Pertahanan Nasional kepada Pasis Sesko TNI
Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia YAB Dato' Seri Diraja Anwar Bin Ibrahim, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jeneral Datuk Hj Mohd Nizam Bin Hj Jaffar beserta jajaran.
Turut hadir dari pihak Indonesia yakni, Sekretaris Direktorat Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Heri Pribadi, Plt. VP Inovasi dan Pengembangan Bisnis Rakhmat Aryo Baskoro, GM Kendaraan Khusus Hery Mochtady, dan Manager Ekspor Samuel Zefanya.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun sinergi pertahanan di kawasan.
Baca Juga: Kolaborasi Antarlembaga, PT Pindad dan BNPT Laksanakan Pemusnahan Barang Bukti Terorisme
"Ini adalah langkah awal bagi terbentuknya ekosistem kerja sama pertahanan yang nyata di regional Asia Tenggara, dimulai dari Indonesia dan Malaysia," ujar Sigit P. Santosa.
PT Pindad hadir dalam pameran ini di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama sejumlah industri pertahanan nasional lainnya yang tergabung dalam Indonesia Paviliun.