Periode kerja sama ditetapkan berlangsung selama satu tahun.
Baca Juga: Cepat Manfaatkan! KAI Logistik Berikan Diskon Pengiriman Motor Hingga 25% di Lebaran 2025
Menatap tahun 2025, KAI Logistik menargetkan angkutan KA Kontainer mencapai lebih dari 2,6 juta ton—naik 16% dari capaian tahun 2024.
Secara keseluruhan, perusahaan membidik pengelolaan logistik hingga lebih dari 30 juta ton angkutan barang sepanjang tahun depan, meningkat sekitar 12% dari realisasi tahun sebelumnya.
“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat efisiensi pengiriman dan mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mendorong integrasi yang lebih baik antara moda transportasi kereta api dan logistik multinasional dalam mendukung ketahanan rantai pasok nasional,” tutup Fredi.
Baca Juga: KAI Logistik Buka Peluang Tambah Cuan bagi Warung Kelontong Melalui Gerai KALOG Express
Penggunaan kereta api dalam rantai pasok logistik terbukti lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibandingkan dengan angkutan jalan raya.
Satu rangkaian KA Kontainer mampu mengangkut hingga 30 gerbong datar atau setara dengan beban 60 truk berkapasitas 20 ton.
Hal ini berkontribusi besar dalam mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Baca Juga: Sukseskan Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Tanam 1.200 Pohon
Tak hanya berdampak positif bagi lingkungan, pemanfaatan moda kereta api juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial seperti menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan lain, hingga mengurangi beban kerusakan infrastruktur jalan akibat muatan berlebih.
Melalui kerja sama ini, KAI Logistik berharap semakin banyak pelaku industri yang terdorong untuk beralih ke transportasi berkelanjutan demi mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi karbon.***