trending

Seragam Bekas Karyawan ASDP Didaur Ulang Demi Kelestarian Lingkungan, Disulap Jadi Notebook hingga Tote Bag

Sabtu, 7 Juni 2025 | 21:45 WIB
Melalui program Uniform Disposal Program, ASDP berperan aktif mengurangi limbah tekstil demi masa depan yang lebih hijau.

Kabar BUMNPT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

Komitmen tersebut diwujudkan perusahaan melalui program inovatif bertajuk “Uniform Disposal Program.”

Lewat inisiatif ini, ASDP mendaur ulang seragam bekas karyawan menjadi produk ramah lingkungan yang fungsional dan bernilai guna tinggi.

Baca Juga: Iduladha 1446 H, DAHANA Serahkan Hewan Kurban di Subang

Bekerja sama dengan perusahaan pengolah limbah tekstil, Pable, ASDP berhasil mengolah setidaknya 100 kilogram seragam lama menjadi produk seperti notebook dan tote bag.

Proses daur ulang dilakukan secara bertahap, meliputi:

  • Penguraian serat (fiber processing);
  • Pemintalan benang (yarn spinning); hingga
  • Penenunan kembali menjadi kain baru.

Baca Juga: Yuk Gabung di Dunia Aviasi! GDPS Buka Loker Customer Service Assistant di Bandara Bengkulu

Hasilnya bukan hanya mengurangi timbunan limbah tekstil, tapi juga menciptakan nilai tambah dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

“Program ini menjadi langkah awal dari internal perusahaan untuk membangun kebiasaan hijau yang bisa menyebar ke masyarakat luas,” ujar Shelvy Arifin, Corporate Secretary ASDP.

Baca Juga: Haji Furoda, Hadiah Spesial dari MyPertamina untuk Kamu!

"Limbah tekstil yang selama ini luput dari perhatian, ternyata dapat dikelola dengan pendekatan berkelanjutan yang berdampak positif bagi lingkungan,” tambahnya.

Inisiatif daur ulang ini melengkapi sederet program lingkungan yang telah dijalankan ASDP.

Tahun 2024 lalu, perusahaan telah menanam 5.000 pohon mangrove di pesisir Tangerang dan Lombok Timur, yang mampu menyerap emisi karbon hingga 1.116 ton CO₂ ekuivalen.

Halaman:

Tags

Terkini