Kabar BUMN – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan langkah konkret dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hingga akhir kuartal pertama 2025, portofolio pembiayaan hijau (green financing) BRI tercatat tumbuh signifikan dan kini mencapai Rp89,9 triliun.
Angka ini mencerminkan kenaikan 8,18% secara tahunan (year-on-year), sejalan dengan semakin menguatnya fokus industri perbankan nasional terhadap transformasi hijau.
Baca Juga: Periode Januari – April 2025, BRI Salurkan KUR Rp54,9 Triliun untuk UMKM
Pembiayaan hijau BRI tersebar di berbagai sektor strategis.
Rinciannya mencakup Rp61,16 triliun untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, Rp7,80 triliun untuk produk ramah lingkungan, Rp6,47 triliun di sektor energi terbarukan, serta Rp3,55 triliun untuk transportasi hijau, bangunan ramah lingkungan, dan proyek berbasis lingkungan lainnya.
Langkah ini sejalan dengan Peraturan OJK No. 18 Tahun 2023 mengenai penerbitan efek utang dan sukuk berbasis keberlanjutan.
Baca Juga: Tanpa Perlu ke Kantor Bank, Apply Kartu Kredit BRI Kini Bisa Online Lewat Website Resmi
Tak hanya itu, secara keseluruhan BRI telah mencatatkan diri sebagai bank dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan terbesar di Tanah Air.
Hingga akhir Maret 2025, totalnya mencapai Rp796 triliun, yang terdiri dari pembiayaan hijau, dukungan bagi UMKM, serta investasi pada obligasi korporasi berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Jumlah ini mewakili 64,16% dari keseluruhan portofolio pembiayaan dan investasi obligasi korporasi BRI.
Baca Juga: BRI Borong Tiga Penghargaan Internasional di The Asset Triple A Treasurise Awards 2025
Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menegaskan bahwa penyaluran pembiayaan hijau merupakan bukti nyata keseriusan BRI dalam menjadi agen perubahan menuju ekonomi rendah karbon.
“Keuangan berkelanjutan penting untuk menjembatani kesenjangan dukungan keuangan bagi inisiatif-inisiatif keberlanjutan.