Kabar BUMN – Dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah melalui program stimulus ekonomi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih inklusif dan terjangkau.
Mulai Selasa (10/6) hingga Kamis (31/7) mendatang, ASDP meluncurkan program diskon tarif ferry untuk perjalanan pulang-pergi (PP) di tujuh lintasan utama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa kebijakan diskon tarif jasa pelabuhan ini merupakan bentuk stimulus dari Kementerian Perhubungan yang dijalankan oleh ASDP.
Baca Juga: ASDP Salurkan Hewan Kurban Lewat Program “ASDP Berbagi” dalam Peringatan Idul Adha 1446 H
Tujuannya adalah memperkuat daya beli masyarakat selama musim libur sekolah, mempercepat perputaran ekonomi domestik, dan menjamin kelancaran distribusi logistik antarpulau, khususnya di kawasan kepulauan.
“Diskon tarif jasa pelabuhan ini adalah bentuk kontribusi ASDP dalam menyukseskan program stimulus Pemerintah.
"Kami ingin manfaat kebijakan ini benar-benar dirasakan masyarakat, terutama pengguna jasa angkutan penyeberangan di seluruh Indonesia.
"Program ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga mendorong konektivitas antardaerah," ujar Shelvy.
Adapun tujuh lintasan strategis yang menerima insentif tarif meliputi:
Baca Juga: Stimulus Ekonomi Pemerintah Disambut ASDP dengan Diskon Tarif hingga 100 Persen di Sejumlah Rute
- Merak – Bakauheni (Ekspres dan Reguler)
- Ketapang – Gilimanuk
- Lembar – Padangbai
- Kayangan – Pototano
- Tanjung Uban – Telaga Punggur
- Ajibata – Ambarita
- Sape – Labuan Bajo
Baca Juga: ASDP Imbau Masyarakat Segera Pesan Tiket Feri Lewat Ferizy Jelang Libur Idul Adha
Ketujuh rute ini merupakan jalur vital yang menopang pergerakan logistik dan penumpang, sekaligus menjadi akses utama menuju kawasan pariwisata prioritas.
Diskon tarif berlaku untuk kategori Penumpang Dewasa dan kendaraan penumpang golongan tertentu, yakni Golongan II, Golongan IVA (mobil pribadi), Golongan VA (minibus), dan Golongan VIA (bus sedang).