trending

Forbes Global 2000 Tahun 2025, BRI Kembali Dinobatkan Sebagai Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia

Rabu, 18 Juni 2025 | 19:20 WIB
BRI sukses menempati peringkat 349 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia dalam daftar Forbes Global 2000 – The World’s Largest Companies tahun 2025. (DOK. BRI)

Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sukses menempati peringkat 349 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia dalam daftar Forbes Global 2000 – The World’s Largest Companies tahun 2025.

BRI menjadi perusahaan publik terbesar dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam daftar versi Forbes tersebut.

Sebanyak 2.000 perusahaan yang masuk daftar Global 2000 tahun 2025 mewakili total pendapatan tahunan sebesar USD52,9 triliun, laba USD4,9 triliun, aset USD242,2 triliun, dan kapitalisasi pasar USD 91,3 triliun.

Baca Juga: BRI Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan, Pembiayaan Hijau Tembus Rp89,9 Triliun

Dalam laporan yang dipublikasi Forbes, BRI mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan mencapai USD16,07 miliar, laba USD3,8 miliar, aset USD123,83 miliar dan market value USD33,48 miliar yang turut memperkuat posisinya di panggung internasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan kebanggaan dan apresiasinya kepada seluruh insan BRILiaN atau karyawan BRI, serta seluruh nasabah setia BRI.

“Pengakuan ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bertransformasi dan berinovasi menghadirkan layanan kelas dunia bagi seluruh nasabah, khususnya masyarakat Indonesia,” urai Hery, Gunardi, dalam keterangan resmi, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga: Periode Januari – April 2025, BRI Salurkan KUR Rp54,9 Triliun untuk UMKM

Capaian ini juga menunjukkan konsistensi dan daya saing tinggi BRI sebagai lembaga keuangan yang terus bertumbuh dan bertransformasi di tingkat global.

Selain BRI, mengutip website resmi Forbes, juga terdapat 11 perusahaan Indonesia lain yang masuk dalam daftar Forbes Global 2000 – The World’s Public Companies tahun 2025.

Di antaranya Bank Mandiri (peringkat 408), Bank Central Asia (peringkat 482), Telkom Indonesia (peringkat 1.003), BNI (peringkat 1.064), Bayan Resources (peringkat 1.220), Amman Mineral Internasional (peringkat 1.436).

Baca Juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, BRI Torehkan Kinerja Positif Lewat Strategi CASA dan Transformasi Digital

Kemudian, Chandra Asri Petrochemical (1.685), PT Adaro Energy Indonesia (1.912), DCI Indonesia (peringkat 1.923), PT Adaro Andalan Indonesia (1.986) dan PT Lippo Karawaci (1.998).***

Tags

Terkini