Kabar BUMN – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TJSL & CSR Award 2025, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.
Dalam seremoni penghargaan yang digelar Rabu (25/6), Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja para BUMN yang turut menjadi penggerak roda ekonomi nasional.
“Malam ini kita menyaksikan hasil kerja keras ibu bapak sekalian yang telah berhasil menjalankan fungsi BUMN menjadi penggerak perekonomian di Indonesia.
Baca Juga: 4 Masjid Garapan Waskita Karya Ramaikan Tahun Baru Islam 2025, Ini yang Bikin Berbeda!
"Di era 80 atau 90an isu lingkungan hidup dan isu ESG belum terdengar, saat ini menjadi hal yang sangat penting,” ujar Eddy.
Ia juga menekankan bahwa amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 menjamin hak setiap warga negara untuk hidup di lingkungan yang bersih dan sehat, serta menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi yang berlandaskan prinsip keberlanjutan.
“TJSL ini merupakan tugas yang mulia, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas effort yang dilakukan perusahaan ibu bapak pimpin,” tambahnya.
Baca Juga: Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp1,4 Triliun, Selektif Pilih Proyek
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Tentunya program TJSL terus dikembangkan perseroan demi mewujudkan tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk masyarakat,” jelas Ermy.
Ia memaparkan, program TJSL yang dijalankan Waskita Karya mencakup empat pilar utama: sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.
Baca Juga: Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp396,6 Miliar untuk Proyek Jalan di IKN
Pada tahun 2024, perusahaan mengalokasikan Rp4,4 miliar untuk program TJSL.
Dari total tersebut, sekitar Rp3,16 miliar difokuskan pada pilar ekonomi, sementara Rp2,9 miliar dialokasikan untuk Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) yang melibatkan 94 mitra binaan.