Kabar BUMN - Relokasi dari gedung sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi membuka gedung baru Kantor Cabang Kupang yang berlokasi di Jalan El Tari 1, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, relokasi BTN Kantor Cabang Kupang ke lokasi baru ini adalah simbol harapan dan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan perumahan di NTT.
“Dengan potensi sektor perumahan yang tinggi dan didukung program Perumahan Nasional, BTN Kupang diharapkan mampu mempercepat penyaluran KPR dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat,” ujar Nixon saat peresmian Gedung Baru BTN KC Kupang, Rabu (9/7/2025).
Baca Juga: Rayakan Enam Dekade, Telkom Akan Perkuat Digitalisasi untuk Masa Depan Digital Indonesia
Gedung baru BTN Kantor Cabang Kupang terdiri atas 4 lantai dan total luas mencapai 4.000 meter persegi. Kantor tersebut akan menjadi koordinator berbagai jaringan kantor BTN di NTT.
Nixon melanjutkan perumahan menjadi salah satu sektor yang memiliki dampak besar bagi perekonomian.
“Satu rumah butuh 5 orang tukang dan bahan dasar pembangunan rumah itu 90% menggunakan bahan baku lokal sehingga pertumbuhan sektor perumahan di NTT akan mendukung peningkatan ekonomi provinsi ini,” jelas Nixon.
Baca Juga: Telkom BigBox AI, Solusi untuk Dorong Transformasi Digital Industri Keuangan
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasinya atas kehadiran wajah baru BTN KC Kupang dan menyambut baik langkah strategis Bank BTN yang terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah.
“Kebutuhan hunian layak bagi masyarakat NTT sangat besar, dan kami percaya sinergi pemerintah daerah dan sektor perbankan akan mendukung upaya pemerintah meningkatkan ekonomi di NTT,” ujar Melkiades.
Adapun, potensi sektor perumahan di NTT tergambar jelas dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT.
Pada akhir 2024, sektor konstruksi dan real estat yang menopang bisnis perumahan di NTT menghasilkan nilai total barang dan jasa sebesar masing-masing Rp13,96 triliun dan Rp3,41 triliun.
Di periode yang sama, sektor konstruksi menyumbang 10,17% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT, sementara real estat berkontribusi sebesar 2,49%.