Kabar BUMN - KCIC terus berupaya menjaga keamanan dan kelancaran operasional Kereta Cepat Whoosh.
Salah satu langkah terbaru adalah bekerja sama dengan pihak kepolisian dari lima wilayah untuk melakukan patroli dan penertiban aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh.
Gangguan layang-layang ini bukan masalah sepele.
Baca Juga: Promo DAMRI Berakhir 2 Hari Lagi: Jangan Lewatkan Potongan Tiket Rp50.000 untuk Rute Ini!
Jika tersangkut pada jaringan listrik aliran atas (LAA), layangan bisa menyebabkan kerusakan prasarana dan mengganggu perjalanan Whoosh.
Bahkan, tercatat sudah ada 169 gangguan akibat layangan selama semester pertama 2025.
Dan dalam beberapa kasus di antaranya menyebabkan keterlambatan hingga 50 menit.
Baca Juga: Kilang Badak LNG Gelar Simulasi Kebakaran, Uji Tanggap Darurat Tim Internal
Patroli bersama ini melibatkan petugas dari Polsek Plered, Padalarang, Bandung Kulon, Cimahi Selatan, dan Babakan Ciparay.
Mereka menyisir jalur dari Purwakarta hingga Kabupaten Bandung untuk memantau, mengedukasi, dan mengimbau warga agar tidak bermain layangan di area dekat rel.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara KCIC dan aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan perjalanan Whoosh," ujar Eva Chairunisa, GM Corporate Secretary KCIC.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kepolisian dalam upaya menjaga keselamatan operasional," tambahnya.
KCIC juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dengan tidak menerbangkan layang-layang di dekat rel.
Dukungan publik sangat penting agar Whoosh bisa terus beroperasi secara aman, nyaman, dan tepat waktu.***