Dari pihak SUCOFINDO, dukungan datang melalui cabang Bandung yang mengapresiasi komitmen PLN Pusharlis UP2W3 dalam memajukan implementasi TKDN melalui pelatihan terstruktur.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PT PLN (Persero) Pusharlis UP2W3 dalam menyelenggarakan pelatihan ini.
"Program pelatihan TKDN merupakan kebijakan strategis nasional yang tidak hanya bertujuan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, tetapi juga mendorong kemandirian pada industri nasional,” kata Kepala SUCOFINDO Cabang Bandung, Gassing.
Gassing menambahkan bahwa SUCOFINDO siap mendampingi industri dalam seluruh tahapan sertifikasi TKDN—mulai dari peningkatan kapasitas hingga proses administratif di kementerian terkait.
Baca Juga: PT SUCOFINDO Siapkan Tiket Mudik Gratis 2025, Pendaftaran Dibuka Hari Ini!
“PT SUCOFINDO dalam layanan sertifikasi TKDN mampu memberikan beberapa fasilitas kepada industri mulai dari memberikan pelatihan, pendampingan saat proses-proses sertifikasi, hingga mengawal proses penerbitan sertifikat di Kementerian Perindustrian.”
Pelatihan ini dirancang interaktif, memberikan ruang diskusi untuk membekali peserta dengan pemahaman aplikatif mengenai proses TKDN yang selaras dengan regulasi Kementerian Perindustrian.
Peserta terdiri dari karyawan PT PLN (Persero) Pusharlis yang berasal dari beragam unit teknis, sehingga materi dapat langsung dihubungkan dengan kebutuhan operasional masing-masing unit.
Baca Juga: BSI dan Sucofindo Jalin Kemitraan untuk Perkuat Layanan Perbankan Syariah
Adapun materi pelatihan disusun secara komprehensif meliputi: regulasi dan kebijakan; implementasi P3DN; benchmarking & database P3DN; tata cara perhitungan TKDN barang; tata cara perhitungan TKDN jasa; tata cara perhitungan TKDN gabungan barang dan jasa; serta tahapan verifikasi TKDN gabungan barang dan jasa.
Menutup kegiatan, Gassing menyampaikan harapan agar sesi pembelajaran ini benar-benar memperkuat kemampuan teknis peserta dalam menghitung dan menerapkan TKDN secara akurat di lapangan.
“Harapan kami, pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk memahami secara teknis dan menyeluruh proses perhitungan TKDN, sehingga implementasinya di lapangan berjalan lebih efektif dan akuntabel,” tutup Gassing.***