trending

Komisi VI DPR RI Dukung ASDP Percepat Pengembangan Pelabuhan Merak

Minggu, 20 Juli 2025 | 12:00 WIB
ASDP sambut kunjungan Komisi VI DPR RI ke Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, Kamis (17/7). (asdp.id)

Kabar BUMN - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerima kunjungan kerja spesifik dari Komisi VI DPR RI pada Kamis (17/7) di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak.

Agenda ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi terkini serta rencana pengembangan pelabuhan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan efisien.

Kunjungan ini dihadiri oleh 19 anggota Komisi VI DPR RI yang dipimpin H.M. Nasim Khan (Fraksi PKB), serta didampingi oleh Plt Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Endra Gunawan.

Baca Juga: 971 Ribu Tiket Ludes di Libur Sekolah, ASDP Ingatkan Isi Manifest Sesuai KTP

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VI menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pengembangan infrastruktur Pelabuhan Merak, mengingat peran vital pelabuhan ini sebagai simpul konektivitas nasional antara Pulau Jawa dan Sumatra.

“Komisi VI hadir tidak hanya untuk menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kualitas layanan publik oleh BUMN.

"ASDP punya peran strategis dalam menjaga mobilitas dan kelancaran logistik nasional, dan kami mendukung penuh pengembangannya,” tegas Nasim.

Baca Juga: ASDP Kembali Hidupkan Rute Strategis Bengkulu–Enggano, Mobilitas Warga 3T Kini Terkoneksi Lagi

Sementara itu, Endra Gunawan menyoroti tantangan besar yang dihadapi Pelabuhan Merak, yang setiap tahunnya menampung lebih dari 20 juta penumpang dan 5,2 juta kendaraan.

Volume ini setara dengan 56% dari total trafik nasional ASDP, dan meningkat tajam saat periode puncak seperti Lebaran dan Natal–Tahun Baru.

“Padahal kapasitas pelabuhan belum ideal untuk beban sebesar itu,” ujarnya.

Baca Juga: Kompetisi Jurnalistik ASDP Journalism Award 2025 Kembali Digelar, Buka Peluang Bagi Pelaku Media dan Masyarakat Umum

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menambahkan bahwa lonjakan trafik saat arus mudik dapat mencapai lebih dari 40 ribu kendaraan per hari, dengan sekitar 30% di antaranya belum memiliki tiket saat tiba di pelabuhan.

“Hal ini memicu antrean panjang yang tidak hanya berdampak pada layanan pelabuhan, tapi juga pada lalu lintas dan ketertiban di wilayah sekitar,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini