Kabar BUMN - Tim Ekonom Bank Mandiri menilai kinerja perekonomian Indonesia masih sangat baik hingga triwulan I 2023 di tengah tekanan perlambatan ekonomi global.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,03% year on year (yoy).
Andry menyebut pencapaian itu sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan-IV 2022 yang sebesar 5,01% yoy.
Akan tetapi jika dibandingkan dengan negara-negara emerging market besar lainnya, capaian ekonomi Indonesia terbilang cukup memuaskan.
Sebagai pembanding, ekonomi Vietnam melambat dari 5,92% yoy menjadi 3,32% yoy di triwulan I 2023.
Sedangkan ekonomi Singapura melambat dari 2,1% yoy menjadi 0,1% yoy pada posisi yang sama.
“Di tengah tekanan perlambatan ekonomi global, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2023, masih berpotensi tumbuh stabil pada kisaran 5,07% yoy. Dengan demikian, untuk keseluruhan tahun 2023, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,04%,” ujar Andry Asmoro pada Economic Outlook Bank Mandiri 2023, Selasa (9/5/2023).
Dia memprediksi kedepannya, ekonomi Indonesia juga akan menghadapi tantangan lain terutama penyelenggaraan Pemilu.
Belanja terkait Pemilu dapat mendorong konsumsi meningkat.
Namun di sisi lain, investor akan bersikap hati-hati dan cenderung wait and see.
Jika situasi politik tetap kondusif dan stabil, hal ini berpotensi memberi dampak positif terhadap ekonomi domestik.
Hingga, triwulan I 2023, perekonomian Indonesia masih ditopang oleh pulihnya permintaan domestik.
Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga tercatat mencapai 4,54% yoy pada triwulan I 2023.