Sektor industri pengolahan adalah sektor yang sangat strategis karena menguasai 18,57% dari total PDB Nasional.
Tantangan ekonomi secara sektoral terkait dengan pelemahan ekonomi global yang telah menekan kinerja beberapa industri orientasi ekspor, yaitu: industri garmen, kayu lapis, dan furnitur yang volume ekspornya terkontraksi pada Maret 2023 masing-masing sebesar -22,7% yoy, -37,5% yoy, dan -37,1% yoy.
Lebih lanjut, Andry memaparkan tantangan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun ini bakal datang dari potensi penerimaan sektor komoditas yang berpotensi turun.
Per 8 Mei 2023, beberapa harga komoditas penting bagi Indonesia mengalami koreksi harga.
Sebagai gambaran, harga batubara (Newcastle) mencapai US$ 169,7 per ton, atau terkoreksi 58% year to date (YTD).
Lalu, CPO (FOB Malaysia) mencapai US$ 920,4 per ton, atau terkoreksi 2,8% YTD.
Kemudian, minyak mentah (Brent) mencapai US$ 77,0 per barrel, atau terkoreksi 10,4% YTD.
Baca Juga: Kembangkan Layanan Kanker, Rumah Sakit PELNI Resmikan Merial Tower
Ada juga harga nikel US$ 24.531,0 per ton, atau terkoreksi 18,4% YTD.
Bank Mandiri menilai koreksi harga komoditas terakhir ini sebagai proses normalisasi setelah mengalami lonjakan selama tahun 2021-2022.
“Kami memperkirakan walaupun harga-harga terkoreksi namun akan masih lebih tinggi dibandingkan harga sebelum pandemi COVID-19 dan masih menguntungkan. Kami perkirakan tahun 2023 harga rata-rata batubara (Newcastle) sebesar US$ 168,8 per ton; minyak mentah (Brent) US$ 86,0 per barrel; CPO (FOB Malaysia) USD891 per ton; dan nikel (LME) US$ 24.000 per ton,” katanya.
Namun, Bank Mandiri memperkirakan perekonomian triwulan II 2023 akan lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2023.
Memasuki triwulan II 2023, berbagai indikator ekonomi di dalam negeri menunjukkan perbaikan. Tercermin dari Indeks keyakinan konsumen (IKK) pada bulan Maret 2023 terus mengalami kenaikan menjadi 123,3.
Sementara pada bulan April, Purchasing Manager index (PMI) yang mengukur kinerja sektor manufaktur menunjukkan pertumbuhan signifikan ke 52,7 tertinggi dalam 7 bulan terakhir.
Sedangkan Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan penguatan pemulihan ekonomi juga terlihat pada belanja masyarakat.