Bank Mandiri melihat belanja masyarakat mengalami peningkatan menjelang dan beberapa minggu di bulan Ramadan.
Hingga bulan 26 April 2023, indeks nilai belanja MSI mencapai 156,7, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara frekuensi belanja mengalami kenaikan drastis.
Hingga akhir April 2023, frekuensi belanja masyarakat mencapai 280,7.
Baca Juga: Penuhi Hak Penyandang Disabilitas, Kemenkominfo Siapkan Akses Informasi Publik Melalui info.go.id
Secara komposisi belanja, belanja terkait supermarket dan fashion terus mengalami kenaikan.
Pada April 2023, belanja terkait supermarket dan fashion masing-masing mengambil porsi sekitar 16,3% dan 12,3%, tertinggi sejak tahun 2022.
Namun di sisi lain, belanja barang tahan lama, seperti household-related goods, porsinya terus mengalami penurunan sejak Januari 2023.
Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku konsumsi masyarakat yang menjadi defensif.
“Dari sektor perbankan, pertumbuhan kredit perbankan masih sehat, di mana pada bulan Maret, pertumbuhan kredit mencapai 9,9% yoy sedikit melambat dibandingkan posisi akhir tahun 2022 yang mencapai 11% yoy. Pertumbuhan DPK cenderung melambat mencapai 7% yoy, meski dari sisi likuiditas secara umum masih memadai, tercermin dari rasio LDR yang masih berada pada 80%,” paparnya.
Lanjut Andry, hingga saat ini, perbankan Indonesia masih relatif terlindungi dari dampak gagalnya perbankan AS, karena eksposur yang relatif sangat terbatas.
Dilihat dari berbagai indikator perbankan Indonesia masih cukup resilient menghadapi gejolak global.
Kualitas aset masih terjaga dengan rasio NPL yang cenderung terus menurun.
Selain itu permodalan perbankan juga masih sangat kuat dengan rasio kecukupan modal berada pada 26%, jauh di atas ketentuan.