trending

Candi Prambanan Diselimuti Kebaya, Perempuan Rayakan Budaya dengan Anggun

Kamis, 31 Juli 2025 | 12:00 WIB
Dari Candi Prambanan, 1.500 perempuan mengenakan kebaya sebagai simbol cinta budaya dan persatuan.

Kabar BUMN - Candi Prambanan kembali menjadi saksi perayaan budaya dalam gelaran Hari Kebaya Nasional ke-2 yang digelar pada 24 Juli 2025 lalu.

Sebanyak 1.500 perempuan dari lima negara Asia Tenggara tampil anggun berkebaya di Lapangan Brahma.

Acara bertajuk “Bangga Berkebaya” ini menjadi bentuk kebanggaan atas identitas dan kekayaan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Baca Juga: Pertamina Drilling Luncurkan Green Drilling Project, Gunakan Flare Gas sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan untuk Operasional Pengeboran

Peringatan ini menjadi bentuk nyata dari komitmen pelestarian kebaya sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO.

Selain parade kebaya, acara ini juga diramaikan oleh 600 pemain angklung, pasar kebaya, workshop berkain, hingga piknik di kompleks candi.

Dukungan penuh diberikan oleh InJourney Destination Management (IDM) yang menjadikan momen ini sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan cagar budaya sebagai ruang budaya yang relevan.

Baca Juga: Prestasi Dibalas Apresiasi, RPK Terbaik Diganjar Hadiah Spesial dari BULOG

Direktur Komersial IDM Hetty Herawati mengatakan bahwa perhelatan Hari Kebaya Nasional di Candi Prambanan merupakan bagian dari langkah konkret kami dalam menjadikan situs warisan budaya sebagai panggung ekspresi kebudayaan dan kebangsaan.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Bangga Berkebaya, Prof. Wiendu Nuryanti, yang menekankan bahwa kebaya bukan hanya soal pakaian, melainkan simbol jati diri perempuan Indonesia yang harus dirawat dan dikembangkan.

Ajakan juga datang dari GKBRAA Paku Alam, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, untuk terus mencintai dan mewariskan kebaya sebagai bentuk nyata menjaga akar budaya bangsa.

Baca Juga: Tanam Mangrove & Coastal Clean-Up: SKK Migas-KKKS PEP Papua Bawa Energi Positif ke Sorong

“Saya mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus bangga berkebaya dan turut merawat atau nguri-uri warisan leluhur dan menyuarakan identitas bangsa kepada dunia,” jelasnya.

Hari Kebaya Nasional bukan hanya perayaan busana tradisional, tetapi juga refleksi tentang kebersamaan, peran perempuan, dan pelestarian budaya Indonesia di tengah keberagaman.***

Tags

Terkini