Kabar BUMN - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapatkan alokasi 220.000 unit dari target kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Pemerintah sebesar 350.000 unit pada tahun anggaran 2025.
Alokasi, yang mengalami kenaikan dari kuota sebelumnya sebesar 158.301 unit, ini menegaskan peran strategis BTN sebagai garda depan dalam mendukung program pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan, peningkatan kuota FLPP menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau.
Baca Juga: Program Pertanian dan Peternakan AirNav Indonesia Berjalan di Banjarbaru, Membangun Ekonomi Sirkular
BTN pun menyambut baik langkah ini dan menyatakan siap mempercepat penyaluran kredit bersubsidi, baik untuk skema konvensional (160.000 unit) maupun syariah (60.000 unit).
“Kami telah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan dari sisi supply dan demand, termasuk memperkuat digitalisasi layanan agar masyarakat makin mudah mendapatkan akses KPR subsidi,” ujar Hirwandi dalam webinar OJK Institute, Kamis (31/7).
Sebelum adanya penyesuaian kuota, alokasi nasional FLPP 2025 adalah 220.000 unit, dengan BTN mendapat porsi 158.301 unit (122.834 unit konvensional dan 35.467 unit syariah).
Baca Juga: Semester Pertama 2025, PLN Bukukan Kenaikan Penjualan Listrik Jadi 155,62 TWh
Namun sejak 23 Juli 2025, kuota nasional dinaikkan menjadi 350.000 unit, dan BTN kini ditargetkan menyalurkan 220.000 unit secara total.
Di sisi lain, BTN juga terus mendorong pembangunan hunian vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan, terutama di kota-kota besar.
Hirwandi menegaskan, FLPP juga berlaku untuk rumah susun dan apartemen, namun masyarakat perlu didorong agar terbiasa dengan konsep hunian vertikal seperti yang lazim di negara lain.
“Kalau semua ingin rumah tapak, lahan pertanian akan tergerus. Pemerintah perlu hadir untuk edukasi publik dan dorong konsep rumah susun,” ujarnya.***