Kabar BUMN - Semarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, PLN Enjiniring bersama PLN UID Sumatra Barat meresmikan operasional SPKLU Tiang Listrik Pertama ULP Belanti UP3 Padang di Sumatra Barat.
Di kesempatan ini juga diumumkan beroperasinya total 19 unit SPKLU Tiang PLN EYE di dua provinsi, 18 unit di Sumatera Barat dan 1 unit di Jawa Barat.
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyampaikan, peresmian SPKLU Tiang di Sumatera Barat menjadi momen penting sekaligus tonggak baru dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga: Dengan Pengalaman dan Beragam Layanannya, KAI Services Jajaki Kolaborasi dengan Jasa Marga
Adi menjelaskan SPKLU Tiang adalah inovasi terbaru dari PLN. Inovasi ini lahir untuk menjawab tantangan penyediaan SPKLU yang terjangkau, baik dari sisi lokasi maupun biaya.
“SPKLU Tiang ini adalah SPKLU yang ke-80 yang dipasang di Sumatera Barat, dan menjadi SPKLU Tiang pertama yang dioperasikan di seluruh Sumatera,” ujar Adi.
Ditambahkan Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, peresmian SPKLU Tiang di Sumatra Barat menjadi momentum penting bagi penguatan kemandirian teknologi nasional sekaligus langkah nyata mendukung transisi energi di Indonesia.
Baca Juga: Prestasi Berkelanjutan, The Nusa Dua Terima Penghargaan Bali Leading Sustainable Tourism 2025
“SPKLU Tiang berkonsep PLN EYE adalah inovasi yang memadukan efisiensi teknis, kepatuhan standar, dan kepekaan terhadap kebutuhan pelanggan,” ungkapnya.
Menurutnya, SPKLU Tiang simbol bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya memungkinkan, tetapi juga dapat dilakukan dengan cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan
Di saat peresmian, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah berterima kasih dan menyambut baik hadirnya SPKLU tiang di Padang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumbar Green Province 2026.
“Inovasi ini bukan sekadar teknologi. Ini adalah simbol komitmen kita bersama untuk menghadirkan solusi yang inklusif, efisien, dan ramah lingkungan,” tuturnya.
SPKLU Tiang PLN EYE memanfaatkan aset tiang listrik eksisting sebagai titik instalasi, sehingga mampu mengoptimalkan ruang dan mempercepat implementasi tanpa memerlukan lahan tambahan.