Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam melaksanakan sejumlah proyek jaringan irigasi di Pulau Jawa dan Sumatra.
Proyek yang bernilai kontrak total Rp302,81 miliar ini tidak hanya memperkuat infrastruktur sumber daya air, tetapi juga berperan langsung dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menyejahterakan petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Di Provinsi Jambi, WIKA menandatangani kontrak untuk pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Induk (DI) yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra VI.
Baca Juga: Strategi Besar dan Langkah Konkrit MIND ID Menurunkan Emisi 6,6 Juta Ton CO2e di 2030
Proyek yang mencakup Paket I dan Paket II ini berlangsung selama 120 hari dengan masa pemeliharaan 180 hari.
Ruang lingkupnya meliputi normalisasi saluran, galian manual, pengecoran saluran beton, hingga pembangunan tanggul yang diharapkan dapat meningkatkan keandalan distribusi air ke lahan pertanian.
Selain itu, WIKA juga memperoleh kontrak pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah di Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Kamu Jarang Sarapan? Padahal Penting untuk Kesehatan Loh!
Proyek ini tersebar di lima kabupaten, yaitu Banyumas, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, dan Magelang dengan total 37 titik.
Pekerjaannya mencakup pengelolaan sumur, mekanikal dan elektrikal, pembangunan rumah panel pompa, serta saluran pendukung yang memperkuat akses air untuk lahan produktif di pedesaan.
Tidak berhenti di sana, WIKA kembali dipercaya untuk membangun Jaringan Irigasi Air Tanah di Provinsi Sumatra Selatan. Proyek ini meliputi Kabupaten Musi Rawas, Lahat, Lubuk Linggau, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Ilir.
Baca Juga: Dahana Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Subang, Wujud Nyata Komitmen Lingkungan
Tercatat ada 25 titik pekerjaan, termasuk 17 titik di Muara Enim dan 8 titik di Musi Banyuasin.
Ruang lingkupnya meliputi persiapan pengeboran sumur, pembangunan rumah panel, pemasangan pipa outlet pompa, serta instalasi panel surya sebagai sumber energi terbarukan guna mendukung operasional irigasi.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan bahwa proyek ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani.