Kabar BUMN - Meningkatnya kebutuhan Indonesia akan kemandirian teknologi, khususnya di sektor infrastruktur IT dan keamanan siber, menjadikan manufaktur lokal produk-produk teknologi strategis sebagai sebuah urgensi nasional.
Penguasaan kemampuan produksi dalam negeri dinilai penting, tidak hanya untuk memperkuat ketahanan industri dan mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem teknologi yang mendukung kedaulatan digital sekaligus pertahanan negara.
Menjawab tantangan tersebut, PT Len Industri (Persero) resmi menjalin kerja sama dengan PT RussTech Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pemanfaatan dan manufaktur lokal produk-produk teknologi strategis.
MoU ini ditandatangani oleh Amalia Maya Fitri, Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PT Len Industri (Persero), bersama Agustina Marni, Presiden Director PT RussTech Indonesia, di Kantor Pusat Len, Bandung.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan serta menyinergikan kemampuan, sumber daya, dan keahlian kedua perusahaan dalam mengembangkan pemanfaatan sekaligus manufaktur lokal produk-produk teknologi strategis.
Selain penandatanganan MoU, pertemuan tersebut juga menyoroti harapan agar kolaborasi ini mampu mempercepat lokalisasi produk-produk infrastruktur IT dan cybersecurity di Indonesia.
Baca Juga: KAI Obral Tiket Kereta Api Rp80 Ribu hanya Tanggal 28 September 2025, Jangan Ketinggalan Promonya
Dalam praktiknya, PT RussTech Indonesia akan melakukan Transfer of Technology (ToT) dan Transfer of Production (ToP) kepada PT Len Industri.
Dengan demikian, Len dapat memproduksi secara lokal infrastruktur teknologi strategis yang dibutuhkan di Tanah Air.
“Melalui kerja sama dengan PT Russtech, kami optimis dapat memperkuat kapasitas riset, meningkatkan kemampuan manufaktur, sekaligus mempercepat transfer teknologi.
Baca Juga: DAMRI Samarinda Hadirkan Layanan Paket, Solusi Logistik Murah dan Praktis
"Dengan demikian, kita bisa bersama-sama menghadirkan solusi yang bukan hanya relevan untuk pasar domestik, tetapi juga kompetitif di tingkat internasional,” ungkap Amalia Maya Fitri, Direktur Teknologi & Manajemen Risiko PT Len Industri (Persero).
Lebih dari sekadar sinergi bisnis, kerja sama ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan sekaligus berperan penting dalam mendukung agenda kedaulatan digital dan pertahanan nasional Indonesia.***