Kabar BUMN - Aroma gurih ikan sangrai berpadu dengan rempah khas Bangka tercium dari rumah sederhana di Air Anyir, Kabupaten Bangka.
Di sanalah Apri Yuliani, pemilik brand Dapuk Nyamen Apri, setia melestarikan kuliner tradisional Sambal Lingkung yang menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Timah.
Selama lebih dari satu dekade, Apri menjaga keaslian rasa dengan menggunakan bahan segar seperti ikan tenggiri, gagok, mayong, hingga hiu.
Baca Juga: Tips Packing untuk Liburan ke Luar Negeri Agar Tidak Kelebihan Muatan
Usahanya semakin berkembang setelah menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk.
Ia diberi pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan tampil di pameran-pameran besar.
Kini, Sambal Lingkung produksinya dikenal luas, bahkan pernah dibawa hingga Amerika dan Tanah Suci Mekah oleh jemaah haji.
"Sambal Lingkung saya pernah dibawa Amerika, bahkan pada musim haji banyak jemaah haji yang pesan Sambal Lingkung untuk dibawa ke Mekah sebagai bekal makanan," kata Apri.
Produk ini juga terkenal awet, mampu bertahan hingga enam bulan di suhu ruang.
Tak hanya Sambal Lingkung, Apri turut memproduksi kuliner lain seperti pempek, wajik, tekwan, dan kue lapis sagu.
Baca Juga: Tring! by Pegadaian Resmi Diluncurkan, Hadirkan Beragam Layanan Keuangan Digital dalam Satu Aplikasi
Produk-produk tersebut juga mendapat dukungan penuh dari PT TIMAH Tbk termasuk dalam hal permodalan dan sertifikasi halal.
"Terima kasih PT TIMAH terus mendukung dan memotivasi kami para UMKM, terima kasih telah memfasilitasi kami untuk ikut pameran dan pelatihan, modal hingga sertifikat halal.