Kabar BUMN - Struktur kepemilikan saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) tetap didominasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 60% atau setara 5,23 miliar saham bernilai Rp512,5 miliar.
Dalam struktur kepemilikan saham berdasarkan data terbaru per September 2025 tersebut investor asing juga mulai mewarnai komposisi pemegang saham WTON.
SAS Rue La Boétie, holding company yang mengendalikan Credit Agricole, tercatat memiliki 42 juta saham atau 0,48% dengan nilai investasi mencapai Rp4,1 miliar.
Baca Juga: Pertamina Algeria EP Tegaskan Peran Strategis Indonesia di Forum Energi Afrika Utara 2025
Masuknya dana global ini terjadi di tengah peluncuran stimulus ekonomi pemerintah senilai Rp216 triliun yang mencakup program infrastruktur dan padat karya, menargetkan penyerapan 215.000 tenaga kerja hingga akhir 2025.
Di sisi lain, institusi domestik juga menunjukkan komitmen kuat. Koperasi Karya Mitra Satya menempati posisi kedua dengan 4,41% kepemilikan (384,8 juta saham).
Diikuti BPJS Ketenagakerjaan Program JHT 2,79%, Taspen (Asuransi) 1,38%, hingga Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia dan berbagai manajer investasi.
Baca Juga: PT TIMAH Tbk Salurkan Bantuan untuk Dazya, Balita yang Tengah Berjuang Sembuh di Pangkalpinang
Kehadiran investor asing seperti SAS Rue La Boétie memberikan validasi internasional terhadap fundamental WTON, sementara dukungan BUMN dan dana pensiun memastikan stabilitas jangka panjang.
Sementara itu, WTON berhasil mencatatkan kontrak baru senilai Rp2,79 triliun hingga September 2025, naik 2,88% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Proyek infrastruktur tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi 50,88%, disusul sektor industri 20,90% dan properti 12,42%.
Baca Juga: Wujud Kepedulian PHM, Pondok Pesantren di Samboja Kini Punya Fasilitas Mandi Baru
Dari keseluruhan kontrak, sektor swasta mendominasi basis pelanggan dengan porsi 57,35%, menunjukkan diversifikasi yang sehat dari ketergantungan proyek pemerintah. Hal ini mengindikasikan daya saing produk WTON di pasar terbuka semakin menguat.
Perseroan juga tengah menggarap proyek-proyek strategis bernilai tinggi, termasuk MRT Jakarta Fase 2 CP 205 senilai Rp409 miliar yang akan rampung 2032, serta Jalur Ganda Kereta Api Elevated Solo yang memasuki fase akhir.