Direktur Risk Management BNI David Pirzada menegaskan, langkah tersebut merupakan komitmen nyata BNI dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
“Seluruh dana hasil penerbitan Sustainability Bond dialokasikan untuk proyek-proyek hijau yang memenuhi kriteria lingkungan.
"Kami ingin memastikan pembiayaan tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” katanya.
Baca Juga: Wisata Sejarah yang Hidup: Menyusuri Masa Lalu di Museum Kereta Api Ambarawa
Hingga akhir September 2025, portofolio berkelanjutan BNI mencapai Rp192,4 triliun atau 24% dari total kredit, terdiri dari pembiayaan sosial-ekonomi dan pembiayaan hijau.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, BNI berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,12 triliun hingga akhir September 2025.
Capaian ini menegaskan efektivitas transformasi yang dijalankan dan kemampuan BNI menjaga profitabilitas jangka panjang melalui tata kelola yang prudent.
“BNI akan terus memperkuat fundamental bisnis, memperluas ekosistem digital, dan menjadi motor penggerak keuangan berkelanjutan di Indonesia,” tutup David.***