trending

PLN EPI Gandeng Farmindo Multi Dimensi Kembangkan Pengelolaan Limbah Jadi Energi Bersih

Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:30 WIB
PLN EPI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Farmindo Multi Dimensi untuk mengembangkan kerja sama pengelolaan limbah menjadi sumber energi baru dan terbarukan. (DOK. PLN EPI)

Kabar BUMN - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Farmindo Multi Dimensi untuk mengembangkan kerja sama pengelolaan limbah menjadi sumber energi baru dan terbarukan.

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto, pengembangan biomassa di PLN Group yang dilaksanakan oleh PLN EPI adalah salah satu upaya nyata mengurangi emisi karbon nasional.

“Potensi bioenergi Indonesia sangat besar, baik dari limbah pertanian, limbah industri, maupun tanaman energi. Jika dikelola optimal, limbah yang selama ini tidak bernilai dapat menjadi sumber energi sekaligus mengurangi emisi,” ujar Rakhmad.

Baca Juga: BRI Peduli Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bank Sampah Bogor

Rakhmad menjelaskan, saat ini PLN telah menerapkan cofiring biomassa di 52 unit PLTU dengan target pemanfaatan hingga 10 juta ton biomassa di tahun 2030.

Selain itu, PLN juga tengah mengembangkan pembangkit biomassa, pembangkit berbasis sampah, dan biogas dengan total kapasitas hampir 1 Gigawatt (GW).

“PLN EPI bertanggung jawab memastikan seluruh pasokan energi primer bagi pembangkit PLN Group. Kami suplai batubara sekitar 100 juta ton per tahun dan gas hampir 1.400 juta kaki kubik per hari. Kini, Kami mulai mendorong bioenergi sebagai sumber pasokan baru yang berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga: Telkom dan UMY Bersinergi Cetak 113 Ribu Talenta AI untuk Masa Depan Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir menegaskan bahwa kerja sama dengan Farmindo Multi Dimensi merupakan bagian dari inisiatif PLN untuk memperkuat sektor energi hijau.

“Di PLN EPI, kami memegang peran strategis dalam pengembangan biomassa, biogas, dan pengelolaan limbah yang bisa diubah menjadi energi (waste to energy),” jelas Hokkop.

Ia memaparkan bahwa penggantian 10 juta ton batubara dengan biomassa berpotensi mengurangi sekitar 10 juta ton emisi karbon ekuivalen. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat signifikan bagi pencapaian komitmen iklim Indonesia.

Baca Juga: Sampurasun! Livin’ Fest Bandung 2025 Resmi Dibuka, Bank Mandiri Wujudkan Sinergi untuk Majukan Ekonomi Nasional

“Kami berharap MoU ini tidak berhenti di atas kertas. Ke depan akan ada tahapan due diligence dan pengembangan fasilitas produksi bersama. Ini bukan hanya untuk PLN, tetapi juga untuk menjawab tantangan nasional pengelolaan sampah dan emisi,” tambah Hokkop.

Direktur Utama PT Farmindo Multi Dimensi, Lim Dixon, menyampaikan apresiasi dan optimismenya atas kerja sama strategis ini.

Halaman:

Tags

Terkini