Kabar BUMN - PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui unit pembangkit PLTU Pelabuhan Ratu dan PLTA Ketenger meraih dua penghargaan di ajang ASEAN Energy Awards 2025 yang diselenggarakan ASEAN Center Energy (ACE) di Conference Hall Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia.
Di ajang ini PLN IP meraih penghargaan Winner ASEAN Coal Awards 2025 dalam kategori Clean Coal Technology Utilization untuk PLTU Pelabuhan Ratu dan Winner ASEAN Renewable Energy Project dalam kategori On Grid Local Grid untuk UBP Mrica Sub Unit PLTA Ketenger.
Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN IP, M. Hanafi Nur Rifa’I, menerima langsung penghargaan yang diserahkan Minister of Energy Transition and Water Transformation Malaysia, YAB Datoi Haji Fadillah.
Baca Juga: Pertamina Umumkan 29 Finalis Pertamuda Seed and Scale 2025 Siap Tampil di Demoday
PLN Indonesia Power berhasil memadukan Clean Coal Technology, Artificial Intelligence (AI), dan Green Energy dalam satu sistem pembangkitan yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.
“Kami memandang Clean Coal Technology, Artificial Intelligence, dan Renewable Energy sebagai satu peta jalan yang terintegrasi,” ujar M. Hanafi Nur Rifai.
Menurutnya, ini adalah strategi utama PLN IP bertanggung jawab untuk menghasilkan listrik yang terjangkau, andal, dan semakin bersih.
Baca Juga: Terang Baru di Sragen: Karmini Rasakan Kemerdekaan Energi Bersama PLN
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kekuatan budaya kerja PLN IP yang menekankan pada konsistensi dan sinergi lintas fungsi. Inovasi bukan hanya menjadi slogan, tetapi telah menjadi bagian dari DNA operasional pembangkit.
Vice President OMP 1 Hendra menambahkan, konsistensi, kolaborasi lintas fungsi, dan budaya inovasi telah menjaga performa PLTU tetap prima.
“Pengakuan tingkat ASEAN ini membuktikan pembangkit PLN IP melaju ke operasi yang selaras dengan target Net Zero Emission 2060 dan agenda ketahanan energi nasional,” ujar Hendra.
Baca Juga: WEGE Menangangi Pembangunan Kantor OJK Sumatera Utara Senilai Rp144 Miliar
Sementara itu, Senior Manager UBP Pelabuhan Ratu Bowo Pramono menegaskan keputusan untuk mengadopsi teknologi mutakhir menjadi kunci dalam pencapaian ini.
PLN IP tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga berani melampaui standar industri dengan pendekatan yang progresif.