- Lintas Selatan Jawa: Purwokerto–Kroya, Kroya–Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Solo Jebres–Kedungbanteng, Kedungbanteng–Madiun, Madiun–Jombang, hingga Jombang–Mojokerto.
- Lintas Jawa Barat dan Jabodetabek: Padalarang–Cicalengka, Loop Line, Center Line, Bogor Line, Cikarang–Cikampek, serta Bogor Paledang–Cicurug.
- Wilayah luar Jawa: Makassar–Parepare (Sulawesi), Martapura–Baturaja, Medan–Binjai, Binjai–Besitang, dan Rantau Prapat–Kota Pinang (Sumatra).
Baca Juga: ITDC Gelar KolaborAksi Golo Mori, Tingkatkan Mitigasi dan Kebersihan Lingkungan
Direktur Utama PT Len Railway Systems, R. Helarius Agung Suryantoro, menegaskan bahwa keterlibatan LRS dalam proyek vital ini menjadi bukti kemampuan industri nasional dalam menghadirkan solusi teknologi kelas dunia.
“Sistem persinyalan baru ini tidak hanya meningkatkan keselamatan penumpang, tetapi juga kunci untuk mengoptimalisasi kapasitas lintas.
"Dengan sistem baru ini, headway (waktu tunggu antar kereta) dapat dipersingkat, memungkinkan frekuensi perjalanan KRL yang lebih padat untuk melayani publik,” ungkap Agung.
Baca Juga: Pertamina Ajak 7 UMKM Binaan Pamerkan Potensi Pertanian di Agrinex 2025
Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan bahwa dukungan terhadap proyek ini sejalan dengan mandat perusahaan sebagai pilar industri pertahanan dan teknologi nasional.
“Len melalui anak perusahaannya, bangga dapat berkontribusi pada salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor perkeretaapian.
"Ini adalah wujud nyata dari penguasaan teknologi dan upaya kami mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Baca Juga: PT Kawasan Industri Wijayakusuma Buka Lowongan Magang Corporate Communication & CSER di Semarang
"Keberhasilan ini memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu mandiri dalam teknologi transportasi kritikal,” tegas Joga.
Peresmian Stasiun Tanah Abang Baru dengan sistem persinyalan modern karya anak bangsa ini diharapkan menjadi solusi konkret terhadap permasalahan kepadatan penumpang di pusat aktivitas ekonomi Jakarta.
Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna KRL, langkah ini juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan transportasi publik yang aman, efisien, dan berteknologi tinggi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan industri teknologi nasional, kehadiran Stasiun Tanah Abang Baru menjadi simbol nyata kemajuan Indonesia menuju kemandirian transportasi masa depan.***