trending

Bioenergi Jadi Pilar Ketahanan Energi, PLN EPI Dorong Kolaborasi Riset dan Industri

Minggu, 9 November 2025 | 12:30 WIB
Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir dalam kuliah tamu yang digelar Program Studi Bisnis Energi Institut Teknologi PLN (ITPLN) yang berlangsung di Kampus ITPLN, Jakartanegara, Jumat (8/11/2025) (DOK. PLN EPI)

Kabar BUMN - Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir menyampaikan, bioenergi memiliki potensi besar untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memperkuat ketahanan energi baik di tingkat nasional maupun daerah.

Kondisi tersebut Hokkop sampaikan dalam kuliah tamu bertajuk “Bio Energi: Mimpi Menuju Ketahanan Energi” yang digelar oleh Program Studi Bisnis Energi Institut Teknologi PLN (ITPLN) yang berlangsung di Kampus ITPLN, JaKartanegara.

“Program biomassa dan bioenergi ini bukan hanya soal bauran energi, tetapi tentang bagaimana Indonesia membangun sistem energi yang tangguh, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Baca Juga: Petani Sambut Gembira Penurunan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Pupuk Indonesia Pastikan Distribusi Lancar

Menurut Hokkop, pengembangan bioenergi termasuk program cofiring biomassa di PLTU telah terbukti menurunkan emisi karbon tidak hanya di hilir, tetapi juga di sepanjang rantai pasok dari hulu.

Program ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat daerah. PLN EPI terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha untuk memperkuat riset, rantai pasok bahan baku, serta inovasi teknologi rendah karbon.

“Sinergi dengan kampus seperti ITPLN sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembangnya,” tambahnya.

Baca Juga: Pegadaian Hadirkan Program “Gadai Bebas Bunga”, Solusi Cerdas Akses Dana Cepat Tanpa Beban

Sementara itu, Dosen dan Peneliti bidang energi ITPLN, Ali Ahmudi, menilai bioenergi merupakan bentuk energi terbarukan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber listrik dan bahan bakar bersih.

“Bioenergi adalah jembatan menuju ketahanan energi yang inklusif. Di satu sisi, ia mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan di sisi lain memberdayakan masyarakat pedesaan,” ungkap Ali.

Baca Juga: DAMRI Hadirkan Promo Spesial 11.11, Diskon Tiket 20% untuk Perjalanan Hemat di Bulan November!

Diskusi yang dimoderatori Eri Prabowo, dan dipandu Lisdiana ini juga membahas peluang integrasi bioenergi dalam kebijakan nasional serta tantangan pembangunan ekosistem energi hijau yang berkelanjutan.

Para pembicara sepakat bahwa pentingnya bioenergi sebagai bagian dari strategi transisi energi dan kemandirian bangsa.

Halaman:

Tags

Terkini