Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus melaksanakan pembangunan Proyek LPG Tuban yang menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat infrastruktur energi nasional.
Proyek ini ditargetkan akan rampung pada 2026 dan saat ini pembangunannya telah mencapai 65 persen.
Proyek LPG Tuban bertujuan untuk memenuhi kebutuhan LPG di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Indonesia Timur, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas penyimpanan terapung (Floating Storage LPG Refrigerated) yang tidak efisien.
Baca Juga: Libur Akhir Tahun ke Bali Makin Gampang, DAMRI Buka Open Trip Murah Meriah!
Pekerjaan proyek ini dilaksanakan dengan skema EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning) yang mencakup seluruh tahapan.
Mulai dari persiapan, perancangan teknik (engineering design), pengadaan material dan peralatan, inspeksi, pengiriman, hingga konstruksi onshore dan offshore.
Selain itu, WIKA juga bertanggung jawab atas tahapan pre-commissioning, start-up, performance test, hingga masa warranty period.
Baca Juga: Perumnas Sambangi Banyuwangi, Hadirkan Peluang Kolaborasi Baru di Samesta Kalipuro Asri
Fasilitas yang sedang dibangun mencakup Jetty A berkapasitas 16.000–65.000 DWT, Jetty B 2.300–25.000 DWT, Jetty C 900–6.500 DWT, serta Jetty Tugboat 500 DWT.
Seluruh fasilitas tersebut akan terhubung melalui sistem perpipaan sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer antara jetty dan tangki penyimpanan LPG.
Pembangunan proyek ini ke depannya akan memegang peranan besar dalam ketahanan energi nasional, karena mampu melayani hingga 40 persen permintaan LPG nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur.
Baca Juga: Tak Sekadar Terangi Desa, PLN Juga ‘Menyinari’ Ladang Bunga Krisan di Tomohon
Keberadaan fasilitas ini akan memperkuat sistem distribusi LPG nasional serta meningkatkan efisiensi rantai pasok energi domestik.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan, proyek ini menjadi bukti komitmen WIKA dalam menghadirkan infrastruktur energi yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi Indonesia.