trending

Pelindo Multi Terminal Tingkatkan Kesiapsiagaan Operasional Menghadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Jumat, 21 November 2025 | 17:30 WIB
Pelindo Multi Terminal (SPMT) melakukan sejumlah langkah mitigasi risiko guna memastikan keselamatan operasional pelabuhan dan kelancaran arus logistik. (DOK. SPMT)

Kabar BUMN - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan operasional di seluruh terminal seiring adanya potensi cuaca ekstrem dengan peningkatan potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya dua Bibit Siklon Tropis, yakni 97S dan 98S yang saat ini aktif di dekat wilayah Indonesia yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto menjelaskan, perusahaan melakukan sejumlah langkah mitigasi risiko guna memastikan keselamatan operasional pelabuhan dan kelancaran arus logistik.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, BNI Luncurkan ESG Advisory Playbook untuk Perkebunan Sawit

Di antaranya dengan memastikan setiap operasional bongkar muat kargo di lingkungan pelabuhan dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku, meningkatkan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat bekerja.

Kemudian melaksanakan pemeriksaan teknis peralatan dan fasilitas pelabuhan secara berkala, menghimbau seluruh pihak di lingkungan pelabuhan untuk memantau informasi kondisi cuaca di masing-masing wilayah.

Serta melakukan koordinasi dan komunikasi intens dengan pihak-pihak yang terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan perusahaan pelayaran.

Baca Juga: Komitmen PT TIMAH Tbk Majukan Pemuda Bangka Barat Melalui Program TJSL

Selain itu, Arif Rusman Yulianto menambahkan, Pelindo Multi Terminal juga meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat di setiap unit kerja.

Sejumlah persiapan dilakukan melalui peningkatan kompetensi personel dalam melakukan Emergency Response Plan, pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), penanganan pemadaman kebakaran, serta implementasi Sistem Manajemen K3 sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 tahun 2012.

Menurutnya, jika kondisi cuaca ekstrem yang membahayakan terjadi, maka kegiatan operasional akan dihentikan sementara waktu untuk menjamin keselamatan petugas di lapangan, maupun mitra dan pengguna jasa di lingkungan pelabuhan.

Baca Juga: PLN Dorong Perluasan Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

“Kami berharap langkah kesiapsiagaan yang diterapkan ini dapat mendukung kegiatan operasional di seluruh terminal tetap berjalan aman dan lancar,” tutupnya.***

 

Tags

Terkini