Diki, guru SDN 5 Jebus yang mengikuti Program Literasi Guru, menyebutkan bahwa program Timah Mengajar sangat relevan diterapkan di sekolah.
Baca Juga: Promo Akhir Tahun, KAI Tawarkan Potongan Harga Tiket hingga 30%
Ia mengatakan, “Materinya sangat bermanfaat. Kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana cara menulis artikel ilmiah populer dengan baik. Pengetahuan ini akan kami terapkan di sekolah, baik dalam proses belajar mengajar maupun di antara sesama guru.”
Sejalan dengan itu, Helen Moriska dari SDN 5 Parittiga juga merasakan banyak manfaat dari pelatihan tersebut.
Ia menyampaikan, “Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak ilmu literasi. Ke depannya, kami berencana mengirimkan karya kami ke media lokal dan nasional. Semoga program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak orang, termasuk masyarakat luas.”
Baca Juga: Di Balik Keindahan Sumber Nyonya, Ada Fakta yang Tak Banyak Orang Tahu
Alias, guru SDN 19 Tempilang, turut menuturkan bahwa materi yang diterima sangat membantu dalam memahami penulisan artikel ilmiah populer.
Ia mengatakan, “Awalnya kami tidak paham cara menulis artikel ilmiah populer. Berkat program ini, kami kini lebih termotivasi. Kami berharap PT TIMAH terus memfasilitasi pelatihan serupa pada bidang pendidikan lainnya.”
Hal serupa disampaikan oleh Ermawati dari SDN 10 Jebus yang melihat program ini sebagai wadah peningkatan kompetensi pendidik.
Ia menyampaikan, “Kami kini memahami pentingnya menulis artikel ilmiah populer. Semoga melalui pelatihan ini kami bisa ikut menyumbangkan opini dan pandangan untuk kemajuan Bangka Barat.” ***