Kabar BUMN - PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo bersinergi dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Senin (24/11/2025).
Pada kesempatan ini disepakati target pemberian perlindungan asuransi kepada 6.222 hektare lahan sawah yang ditanam padi oleh para petani di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah Rendy Lesmana mengatakan, “Kerja sama ini menjadi solusi yang tepat sasaran bagi para petani di Kalimantan Tengah.”
Baca Juga: PLN EPI Pacu Pengembangan LNG Midstream untuk Tekan Biaya Bahan Bakar Pembangkit
Kerja sama dengan Jasindo, ia menambahkan, juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi agar dapat melindungi masyarakat di Kalimantan Tengah yang banyak mata pencahariannya sebagai petani.
Direktur Operasional Asuransi Jasindo Ocke Kurniandi mengatakan, “Melalui AUTP, kami mendukung Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada petani sehingga lebih produktif dalam memproduksi padi demi mencapai swasembada pangan.”
Menurutnya, AUTP upaya perlindungan kepada petani dari kerugian yang menyebabkan kegagalan panen seperti terjadinya bencana alam, hama, maupun penyakit yang menyerang lahan para petani.
Baca Juga: Dorong Profesionalisme Guru, PT TIMAH Tbk Hadirkan Pelatihan Literasi–Numerasi dan Gernas Tastaka
Ocke mengungkapkan, jumlah lahan padi yang mengikuti AUTP di Indonesia baru sekitar 3% dari total luas lahan padi di seluruh Indonesia atau sebanyak 278.694 hektare dengan premi sebesar Rp50,16 miliar pada 2024.
“Kesadaran petani Indonesia untuk mengikuti program asuransi serta lahan pertanian yang sangat tersebar hingga ke daerah pelosok menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan asuransi pertanian,” jelasnya.
Asuransi Jasindo sudah fokus melaksanakan asuransi pertanian selama 10 tahun. Saat ini, pelaksanaan program telah dilakukan secara digital melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) yang dapat dimanfaatkan petani untuk membantu monitoring proses atas kerugian yang mereka alami.
Baca Juga: Pertamina Kokoh Hadapi Tekanan Global, Catat Laba Positif USD 2,05 Miliar pada Kuartal III 2025
Ocke berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh sinergi yang efektif antara pemerintah daerah dan BUMN dalam memperkuat sektor pertanian.
“Kami akan terus hadir mendampingi petani Indonesia, karena kami percaya petani adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa,” tutup Ocke.***