Kabar BUMN - PT TIMAH Tbk mulai melakukan pengerukan di Alur Muara Air Kantung, Sungailiat, sebagai upaya membantu kelancaran aktivitas para nelayan.
Selama bertahun-tahun, muara ini mengalami pendangkalan sehingga kapal sulit keluar masuk, terutama saat air surut.
Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas melaut dan berdampak pada pendapatan nelayan.
Baca Juga: Prestasi Baru Mandiri di 2025, Juara Corporate, Investment & Wholesale Banking
Bagi para nelayan, pengerukan ini menjadi kabar baik.
Dengan alur yang lebih dalam dan aman, mereka tidak perlu lagi menunggu pasang atau khawatir perahu kandas.
Salah satu nelayan, Sudirman, menyampaikan bahwa pendangkalan sudah lama menjadi keluhan warga.
Baca Juga: PHE ONWJ Hasilkan Uji Produksi 1.097 BOPD dari Kerja Ulang Pindah Lapisan Sumur LD-10
Kapal sering tertahan di muara, bahkan ada yang harus memutar biaya tambahan untuk memindahkan hasil tangkapan.
"Ini sangat membantu kami dengan adanya pengerukan yang dilakukan PT TIMAH Tbk. Kami berterima kasih kepad PT TIMAH Tbk dan untuk membantu mempercepat pengerukan alur ini kami nelayan juga ada sewa alat berat, jadi ini semacam gotong royong bersama," ujaranya.
Ia berharap upaya ini bisa menjadi langkah awal untuk perbaikan yang lebih permanen, sehingga akses muara kembali normal dan para nelayan dapat bekerja dengan tenang.
Baca Juga: PLN EPI Sabet 10 Penghargaan Global LACP Spotlight dan Inspire Award 2025
"Kalau alur ini tertutup, rezeki kami juga tertutup. Karena ini pintu, pintu rezeki. Semoga nanti kapal bisa masuk dengan mudah, karena memang ada bulan-bulan tertentu yang airnya kecil," sebutnya.
Dari sisi pemerintahan lokal, Kepala Lingkungan Air Kantung, Edo Meirdianno, menjelaskan bahwa pendangkalan disebabkan faktor alam seperti pasang surut dan gelombang yang membawa material ke area muara.