trending

Hadapi Musim Hujan, KCIC Maksimalkan Sensor Cuaca Real-Time untuk Amankan Whoosh

Sabtu, 6 Desember 2025 | 20:00 WIB
Dengan pemantauan cuaca real-time dan pengaturan kecepatan otomatis, Whoosh tetap beroperasi stabil di tengah intensitas hujan yang meningkat.

Kabar BUMN - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional Kereta Cepat Whoosh tetap aman memasuki musim hujan yang diprediksi berlangsung intens pada akhir tahun.

Perusahaan menerapkan sistem keselamatan berteknologi tinggi yang memantau cuaca dan kondisi lintasan secara real-time, termasuk rainfall alarm sebagai pengendali perjalanan saat hujan deras.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa ada 12 sensor curah hujan yang dipasang dari Stasiun Halim hingga Karawang.

Baca Juga: Doa dan Harapan untuk Sumatra dari Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa

Sensor ini mengirimkan data otomatis ke pusat kendali dan akan memicu alarm jika intensitas hujan mencapai batas tertentu.

“Jika sensor mencatat curah hujan yang mencapai nilai tertentu, alarm akan aktif dan sistem langsung memberikan instruksi pengamanan,” ujar Eva.

Saat curah hujan menyentuh sekitar 25 mm/jam, pengawasan lintasan ditingkatkan.

Baca Juga: Kenapa Pohon Sawit Tak Bisa Menggantikan Fungsi Hutan? Ini Penjelasan Ekologisnya

Jika mencapai 60 mm/jam, kecepatan Whoosh dibatasi menjadi 120 km/jam.

Pada hujan ekstrem sekitar 80 mm/jam, kecepatan operasional diturunkan lagi hingga 45 km/jam demi menjaga keselamatan.

Semua data ini masuk ke Centralized Traffic Control (CTC) yang secara otomatis menetapkan batas kecepatan.

Baca Juga: TelkomGroup Hadirkan Community Gateway Pertama di Indonesia dari Merauke

Ketika alarm aktif, pembatasan diberlakukan pada area sensor yang terdeteksi hingga sensor terdekat lainnya.

Bila masinis melebihi batas tersebut, sistem Automatic Train Protection (ATP) akan langsung mengaktifkan pengereman otomatis.

Halaman:

Tags

Terkini