trending

KAI Angkut 521.698 Ton Komoditas Perkebunan, Jadi Penopang Pasokan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Minggu, 7 Desember 2025 | 13:30 WIB
Angkutan perkebunan KAI tembus 521.698 ton, diharapkan dapat menjadi penopang pasokan pagan menjelang Nataru. (kai.id)

Kabar BUMN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menunjukkan perannya dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia industri menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam periode Januari hingga November 2025, KAI mencatat pengangkutan 521.698 ton komoditas perkebunan.

Angka tersebut menjadi penopang vital untuk menjaga ketersediaan pangan serta produk turunannya ketika permintaan mencapai puncak musim liburan.

Baca Juga: Pantai Jung Pakis, Hidden Gem di Tulungagung yang Tawarkan Perjalanan Menantang

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa kelancaran angkutan komoditas perkebunan sangat berpengaruh terhadap keseimbangan pasokan bagi masyarakat, mulai dari bahan pangan hingga berbagai produk kebutuhan harian yang tren permintaannya meningkat di akhir tahun.

“Setiap perjalanan kereta barang membawa manfaat yang langsung dirasakan keluarga Indonesia.

"Kelancaran distribusi komoditas perkebunan membantu menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak menjelang Nataru,” ujar Anne.

Baca Juga: BRI Melaksanakan Kegiatan Penanaman Bibit Pohon dan Ajak Masyarakat Berpartipasi Aktif Jaga Lingkungan

Puncak mobilisasi komoditas terjadi pada Januari 2025 dengan volume 59.514 ton, mencerminkan stabilitas ritme distribusi sejak awal tahun.

Kinerja tersebut memberi kepastian pasokan bagi sektor industri pengolahan yang bergantung pada Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah sebagai bahan utama.

CPO digunakan dalam produksi minyak goreng, margarin, biskuit, mie instan, sabun, kosmetik, hingga biodiesel yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Baca Juga: PLN Terbangkan Genset untuk Listriki RSUD Datu Baru, Pastikan Objek Vital Beroperasi Maksimal

Wilayah Sumatra Utara tercatat menjadi pusat terbesar angkutan komoditas perkebunan, sejalan dengan posisinya sebagai salah satu sentra sawit nasional.

Para pelaku industri memilih moda kereta api karena mampu memindahkan volume besar secara efisien, akurat waktu, serta mendukung kelancaran rantai pasokan menuju pelabuhan dan pabrik pengolahan.

Halaman:

Tags

Terkini